News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kasus Century

Belum Adanya Sprindik Tidak Berdampak Hukun

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Bambang Widjojanto menunjukkan denah Rumah Tahanan baru KPK, di kawasan Pomdam Jaya, Jalan Guntur, Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2012). Rumah Tahanan KPK cabang Jakarta Timur tersebut akan menampung sebanyak 38 tahanan terkait kasus korupsi. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

Laporan Wartawan Tribunnews.com /  Edwin Firdaus-

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto menilai, bahwa belum adanya surat perintah penyidikan (Sprindik), terhadap BM dan SF tidak berdampak hukum. Karena kata Bambang, persoalan sprindik ini merupakan hal yang administratif, termasuk pun pada sangkaan pasal-pasal yang digunakan untuk menjerat keduanya.

"Tidak ada (implikasi hukumnya). Karena itu merupakan bagian dari proses administrasi prosedur, tidak berkaitan dengan apakah orang ini dinyatakan bersalah atau tidak," ujarnya, Minggu (25/11/2012).

Lebih jauh, Bambang mengatakan, jika sprindik BM dan SF saat ini masih dipersiapkan tim satgas KPK, termasuk semua kelengkapan administrasi hukumnya.

"Biasanya menyatakan sprindik harus ada dua laporan, pertama laporan hasil penyelidikan dan kedua laporan kejadian tindak pidana korupsi. Nah itu yang belum dibuat," kata Babmang.

Karena itu, sambung Bambang, pihaknya dalam membuat laporan, menyebut BM dan SF tidak tersangka, namun ada ditemukan peristiwa pidana dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Dan kami menyebutnya inisial," imbuhnya.

Seperti diberitakan, sbelumnya KPK telah mengumumkan berkali-kali BM dan SF sebagai tersangka kasus Century. Terlebih Ketua KPK Abraham Samad menyatakan hal itu dalam forum resmi di KPK pada Selasa lalu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini