News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Oknum DPR Minta Jatah

BK: Surat Dirut Merpati Tidak Ada Data Baru

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Badan Kehormatan DPR RI memintai keterangan Dirut Merpati Nusantara Airlines, Rudy Setyopurnomo, terkait dugaan pemerasan terhadap BUMN oleh oknum anggota DPR RI, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/11/2012). BUMN yg dipanggil BK selain PT MNA adalah PT Garam dan PT PAL. TRIBUN/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Kehormatan (BK) DPR mengakui telah menerima surat dari Direktur Utama (Dirut) PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) Rudy Setyopurnomo.

Surat tersebut diterima BK kemarin, Senin (3/12/2012) sore. Namun, Ketua BK DPR M Prakosa mengatakan isi surat tersebut bukanlah data baru mengenai dugaan oknum DPR peminta jatah BUMN.

"Surat Rudy memang sudah kami terima tapi tidak ada yang baru," kata Prakosa di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (4/12/2012).

Prakosa mengatakan surat tersebut ternyata hanya dokumentasi tertulis dari sidang Badan Kehormatan yang diikuti Rudy.

"Tidak ada bukti-bukti hukum yang untuk kita tindak lanjuti," ujarnya.

Padahal, kata Prakosa, ia berharap ada bukti baru yang disampaikan Rudy. Namun, Prakosa tidak mempermasalahkan hal itu dan tetap memproses laporan Dahlan Iskan.

"Jika ada bukti-bukti baru itu maka tentunya akan kita laporkan ke penegak hukum. Jadi ini tidak ada bukti-bukti yang bisa kita teruskan ke penegak hukum," katanya.

Klik:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini