News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Agun: Korupsi Terus Terjadi Bila Daerah Tetap Dimiskinkan

Penulis: Ferdinand Waskita
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Komisi II DPR RI, Agun Gunanjar Sudarsa (kanan), menyampaikan laporannya dalam sidang paripurna DPR RI, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/10/2012). Paripurna akhirnya mengesahkan terbentuknya 5 daerah otonom baru, yaitu Provinsi Kalimantan Utara, Kabupaten Pangandaran (Jawa Barat), Kabupaten Manokwari Selatan (Papua Barat), Kabupaten Pegunungan Arfak (Papua Barat), dan Kabupaten Pesisir Barat (Lampung). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua KPK Busyro Muqqodas membeberkan data korupsi yang dilakukan secara masif. Tercatat sebanyak 1.408 kasus korupsi dengan kerugian negara Rp39,3 triliun selama periode 2004-2011

Busyro juga menyebutkan korupsi di daerah juga semakin jamak. Sasaran pelaku yang dikorupsi adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Ketua Komisi II DPR bidang Pemerintahan Agun Gunanjar mencatat 1.890 laporan korupsi di sejumlah daerah termasuk pemekaran. Ia mengatakan untuk mengatasi korupsi di daerah yang dibutuhkan adalah konsistensi pusat untuk kebijakan penyelenggaraan otonomi.

"Jangan setengah hati dengan membuat kebijakan anggaran money follow function. Disertai dengan bimbingan dan supervisi dalam pelaksanaannya, serta memberi sanksi yang tegas apabila menyalahinya," imbuhnya.

Agung mengungkapkan adanya celah terjadinya korupsi di daerah. Yakni dengan penumpukan anggaran daerah di pos anggaran kementerian. "Yang pada akhirnya orang daerah sibuk ke Jakarta mencari cari anggaran untuk pembangunan di daerah," katanya.

Selain itu, Agun juga meminta segera dialakukan revisi UU 33 tahun 2004 tentang perimbangan keuangan pusat-daerah. Hal itu dilakukan agar rakyat di daerah terberdayakan dengan kebagian anggaran yang lebih adil dan sepadan.

"Selama daerah tetap dimiskinkan seperti kebijakan yang berlangsung seperti sekarang ini, korupsi akan terus terjadi didaerah karena kemiskinan," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini