News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

DPR Gelar Rapat Soal Illegal Mining Bersama Kabareskrim

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anggota Direktorat Polair Polda Kalbar memperlihatkan kayu yang diamankan dari sebuah kapal Sukalanting yang menuju Pontianak di Mapolair Polda Kalbar, Rabu (14/12/2011). Kapal tersebut diduga tanpa dokumen diamankan di Gang Limbung, Kubu Raya yang hendak menuju Pontianak dengan membawa 1.510 batang kayu olahan. (Tribun Pontianak/Galih Nofrio Nanda)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat gabungan bersama Polri dan Kementerian ESDM. Mereka membahas permasalahan illegal logging dan illegal mining.

"Ini dilakukan supaya ada koordinasi yang bagus antara Komisi III dan Komisi VII. Komisi VII kan soal mineral dan tambang. Nanti sama Dirjen Minerba dan Kabareskrim," kata anggota Komisi III Bambang Soesatyo di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (5/12/2012).

Bambang mengatakan kasus-kasus yang terjadi seperti tumpang tindih lahan dan sengketa lahan. "Rapat gabungan ini untuk mencegah kerugian negara lebih besar lagi," ujarnya.

Politisi Golkar tersebut juga mengungkapkan masih kurangnya penanganan hukum kasus tersebut. Terutama, kata Bambang, soal perizinan yang masih tumpang tindih dan rentan dengan gesekan pada masyarakat bawah.

Sementara Kabareskrim Komjen Pol Sutarman mengatakan pihaknya turun tangan mengatasi persoalan pertambangan untuk tetap menjaga lingkungan hidup.

Selain itu, Polri juga menjaga berbagai persoalan perizinan yang tumpang tindih sehingga dapat menimbulkan persoalan-persoalan konflik horizontal dan konflik vertikal. "Itu memang kita harus hadir. Tapi kalau hadirnya misalnya melakukan tindakan itu urusan kita gimana melakukan penindakan hukumnya," kata Sutarman.

Dalam kesempatan itu, Sutarman membantah bila aparat bermain dalam persoalan-persoalan tambang.

"Enggak, aparat yang mana. Aparat harus berpihak tapi kepada undang-undang, berpihak pada kebenaran," ujarnya.

baca juga:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini