News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Komisi IV Kunker ke Perancis Bahas Ternak

Penulis: Ferdinand Waskita
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional Viva Yoga Mauladi saat ditemui di ruang kantornya gedung nusantara I DPR RI lantai 19, Jakarta, Rabu (28/7/2010)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kunjungan kerja (Kunker) kembali dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kali ini, Komisi IV DPR yang berencana melakukan kunjungan kerja ke Perancis dan China mulai Selasa (11/12/2012) besok.

Anggota Komisi IV DPR Viva Yoga Mauladi membenarkan adanya kunjungan tersebut. Kepergian mereka ke negara tersebut dalam rangka revisi Undang-undang Nomor 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

"Saya ke Perancis, besok pagi, sampai Jumat (14/12/2012) ini selesai," kata Viva Yoga di Gedung DPR, Jakarta, Senin (10/12/2012).

Viva mengatakan UU tersebut penting karena persoalan pangan yang berkaitan dengan bahan hewani impor mulai dari daging, susu, bibit dan sapi.

"Ini sudah menjadi masalah berbahaya bangsa," katanya.

Viva mengatakan anggota DPR yang ikut dalam rombongan yakni 8 orang. Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV dari Fraksi PPP Romahurmuzy.

Viva mengatakan alasan Paris menjadi tujuan kunjungan kerja dikarenakan kota tersebut memiliki pengalaman untuk mencegah dan memberantas penyakit mulut dan kuku yang menyerang hewan ternak. Dalam kunjungan di Paris, rombongan rencananya akan bertemu dengan International Organization of Epidemic (IOE), sebuah lembaga internasional yang bertugas mengawasi penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak.

"Selain itu, kami juga akan bertemu dengan Kementerian Perdagangan serta Kementerian Peternakan Perancis terkait bagaimana pencegahan dan pemberantasan penyakit itu di lapangan mulai dari sistem manajemen, teknologi, dan persiapan SDM," imbuhnya.

Viva mengatakan bahwa kunjungan kerja tersebut penting untuk membahas undang-undang tersebut. Politisi PAN itu mengaku rombongan juga sudah menghimpun sejumlah informasi dari internet dan melakukan pendalaman sebelum berangkat.

"Tapi untuk kasus per kasus harus didatangi. Tidak bisa hanya staf ahli yang dikirim. Kita juga harus turun berdialog, diskusi sehingga bisa ikuti suasana kebatinannya," tukasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini