News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

50 Jurnalis Alami Tindak Kekerasan Sepanjang 2012

Editor: Anwar Sadat Guna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Fotografer Riau Pos Didik (bawah) bergelut dengan Anggota TNI AU saat hendak menggambil gambar di lokasi jatuhnya pesawat TNI AU, Selasa (16/10/2012). Gambar ini sudah beredar luas di kalangan wartawan yang meliput di lokasi kejadian di Pandau, Kampar, Riau.Fotografer Riau Pos Didik (bawah) bergelut dengan Anggota TNI AU saat hendak menggambil gambar di lokasi jatuhnya pesawat TNI AU, Selasa (16/10/2012). Gambar ini sudah beredar luas di kalangan wartawan yang meliput di lokasi kejadian di Pandau, Kampar, Riau.

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Hanan Wiyoko

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Hingga hari ini, Minggu (16/12/2012), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mencatat terjadi 50 kasus kekerasan pada jurnalis di 2012. Angka ini relatif sebanding dengan kasus yang terjadi 2011 sebanyak 51 kasus.

Ketua AJI Indonesia, Eko Maryadi, mengatakan, tindak kekerasan yang menimpa jurnalis di 2012 sekitar 70-80 persen berupa kekerasan fisik.

Jumlah ini relatif lebih banyak dibanding 2011 yang berupa kekerasan verbal berupa intimidasi, ancaman melalui jalur hulum dan teror psikologis.

"Ancaman verbal dan jalur pengadilan menurun, namun kekerasan fisik pada jurnalis meningkat. Ini memprihatinkan mengingat penyerangan terhadap jurnalis samahalnya menyerang wakil publik yang dapat mengancam demokratisasi," kata Eko usai menutup Uji Kompeteni Jurnalis angkatan ketiga di Semarang, Minggu (16/12/2012) malam.

Menurutnya ada tiga penyebab terus terjadinya tindak kekerasan pada jurnalis. Pertama, adanya anggapan jurnalis tidak profesional dalam pemberitaan terkait pemberitaan politik jelang Pemilu 2014 dan pilkada di daerah. Dampaknya, pihak yang tidak suka berpotensi melakukan kekerasan.

Kedua,kinerja jurnalis yang getol memberitakan korupsi setahun terakhir membuat pejabat sipil maupun militer membenci jurnalis.

Ketiga, proses kekerasan yang tidak diusut tuntas tidak menimbulkan efek jera bagi pelaku sehingga terkesan terjadi pembiaran.

"Banyak pelaku kekerasan dilakukan oleh TNI dan Polri, namun sampai hari ini belum ada anggota Polri yang diseret ke pengadilan," kata Eko menyebut akan berusaha mengawal tiap kasus kekerasan pada jurnalis.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini