News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Selain 'MBG Mas Bahlil Ganteng', Berikut 5 Kontroversi Bahlil yang Pernah Viral

Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SOSOK KONTROVERSI - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta usai menghadap Presiden Prabowo Subianto, Senin (2/3/2026). Bahlil kerap menuai kontroversi di tengah masyarakat. /Foto.dok

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Beberapa hari terakhir media sosial diramaikan dengan jingle 'MBG Mas Bahlil Ganteng'.

Dalam video berdurasi 55 detik tersebut, tampak gambar bergerak mirip sosok Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

Sosok dalam video seolah bergaya mengikuti musik dan lirik 'MBG Mas Bahlil Ganteng'.

Sekjen Partai Golkar M Sarmuji menilai konten 'MBG Mas Bahlil Ganteng' adalah  bagian dari kreativitas warganet di media sosial. 

Anggota DPR ini menilai lagu tersebut dapat dibaca sebagai bentuk apresiasi publik terhadap kerja keras Ketua Umum Golkar.

Oleh karena itu Golkar tak mempersoalkan bila sejumlah akun yang berafiliasi dengan Golkar turut menggunakan lagu  dalam unggahan media sosial mereka.

"Itu kan justru berasal dari kreativitas netizen sebagai salah satu bentuk penghargaan netizen atas kerja keras Pak Bahlil. Kalau ada akun Golkar yang ikut meramaikan, ya wajar saja, mereka bagian dari netizen juga," kata Sarmuji, Senin (25/5/2026).

Berikut beberapa topik mengenai Bahlil yang sempat menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat dan viral di media sosial.

  1. Gelar Doktor Dipertanyakan

Semua bermula saat Bahlil menjalani sidang terbuka untuk mendapatkan gelar pada 16 Oktober 2024 lalu di Universitas Indonesia (UI).

Saat itu media sosial ramai menyoroti durasi kuliah S3 Bahlil yang hanya menghabiskan waktu 1 tahun 8 bulan yang dianggap tidak wajar padahal biasanya perlu setidaknya 3 tahun kuliah.

Setelah disorot publik, pihak UI lalu menangguhkan kelulusan Bahlil, menjatuhkan sanksi kepada tim promotor, dan mewajibkan perbaikan disertasi. 

Selain itu disertasi Bahlil mengenai hilirisasi nikel ikut disorot diduga terjadi 'plagiat'.

2.  Polemik Gas 3 Kg

Polemik gas LPG bersubsidi 3 kg yang melibatkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terjadi pada awal 2025.

Saat itu pemerintah melarang penjualan gas melon tersebut di tingkat pengecer mulai 1 Februari 2025.

Kebijakan ini memicu protes dan kelangkaan elpiji di pasar.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini