News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banggar DPR Desak PPATK Beberkan 18 Pemilik Rekening Gendut

Penulis: Y Gustaman
Editor: Anwar Sadat Guna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anggota DPR RI saat mengahdiri Sidang paripurna di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Badan Anggaran DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, M Idris Lutfi, meminta Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) tak setengah hati membuka laporan adanya 18 rekening mencurigakan milik anggota Badan Anggaran DPR RI.

"Informasi yang disampaikan separuh itu, justru memicu polemik dan ketidakpercayaan publik terhadap DPR. Padahal, jika PPATK melengkapi informasi yang disampaikannya dengan bukti-bukti yang lengkap, Banggar siap menindaklanjutinya," ujar Lutfi di Jakarta, Jumat (28/12/2012).

Lutfi berdalih, sebagai anggota Banggar sudah bekerja sesuai aturan hukum yang berlaku.
Namun dalam laporan PPATK yang menemukan indisikasi pelanggaran hukum, anggota Banggar yang dalam rekeningnya terindikasi pelanggaran hukum siap diperiksa.

Ia meminta agar PPATK membeberkan 18 nama anggota Banggar yang sebelumnya diduga sebagai pemilik rekening gendut dan melakukan praktik korupsi.

Agar anggota dewan tidak menduga-duga dan semua yang tidak terindikasi ikut tersandera secara politik.

"Beberkan siapa saja dan apa buktinya. Jangan hanya sekadar cuap-cuap saja. Seharusnya, sebagai lembaga yang membantu penegakan hukum di Indonesia, PPATK menyampaikan informasi yang lengkap dan bisa
dipertanggungjawabkan," tukasnya.

Sampai saat ini, PPATK telah melaporkan 18 anggota Badan Anggaran DPR yang memiliki rekening gendut dan terindikasi korupsi kepada KPK dan di antara rekening mereka ada jumlah yang akumulasi nilai transaksinya mencapai ratusan miliar rupiah.

"Nilai transaksi mencurigakan yang dilakukan para anggota Banggar itu berkisar ratusan juta rupiah hingga miliar rupiah per transaksi. Jika diakumulasikan, ada yang nilai transaksinya mencapai ratusan miliar rupiah," kata Kepala PPATK Muhammad Yusuf kemarin.

KLIK JUGA:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini