News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bahlil Ingin Ketemu Pencipta Lagu MBG Mas Bahlil Ganteng: Asli Penasaran

Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Ayu Miftakhul Husna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengaku ingin bertemu dengan pencipta lagu MBG Mas Bahlil Ganteng.

Lagu yang diolah dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) itu tengah viral di berbagai media sosial.

Bahlil mengaku penasaran dengan sosok pembuat lagu tersebut dan berharap bisa bertemu.

Hal itu diungkapkan Bahlil saat berbincang dengan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, di tengah-tengah pelaksanaan ibadah haji.

Raffi Ahmad meminta tanggapan Bahlil mengenai lagu tersebut.

"Kalau itu asli penasaran. Dinda, saya akan minta tolong untuk saya mengundang. Kalau yang datang suka berkenan, saya akan mengundang untuk berbincang-bincang dan sekaligus makan," ungkap Bahlil, dikutip dari Instagram @raffinagitaraffinagita1717, Sabtu (30/5/2026).

Bahlil bahkan juga menyebut anaknya sampai memanggilnya 'Bapak MBG'.

"Karena penasaran juga saya. Saya lagi ibadah Umroh, terus pagi bangun, anak saya aja ketawain saya. Bapak MBG."

"Saya sendiri nggak tahu. Dan itu alami sekali. Dan saya sendiri penasaran. Ini siapa yang buat? Jadi kalau boleh nih, kalau ini bisa temukan, saya pingin sekali ketemu, Fi," ungkap Bahlil.

Pada kesempatan itu, Raffi juga menyebut anaknya, Rafathar, menyukai lagu tersebut.

Baca juga: Respons Santai Elite Golkar soal Viral Lagu Mas Bahlil Ganteng: Ketum Ketawa-ketawa Saja

Apresiasi Kreativitas, Ingatkan Batas

Lebih lanjut, dalam perbincangan itu Bahlil menegaskan perlunya menghargai kreativitas anak muda.

"Banyak anak-anak muda sekarang, teman-teman ya. Cuma satu aja saran saya. Di era demokrasi, sosmed ini penting."

"Namun, kalau boleh juga dipergunakan dengan terukur. Contoh, jangan sampai masuk di SARA. SARA tidak boleh," ungkap Bahlil.

Menurutnya, apabila sampai menyentuh SARA, hal itu akan mengganggu persatuan sesama anak bangsa.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini