Seharusnya, sambung Hartati, yang paling bertanggungjawab atas kejadian ini adalah anak buahnya di HIP, Totok Lestiyo.
Justru mantan anggota Pembina Partai Demokrat itu merasa kecolongan, karena permintaan dana Amran itu dicairkan Totok dengan mengakali aturan perusahaan, yakni mencairkan uang itu dalam jumlah kecil sehingga tidak membutuhkan persetujuannya.
Kemudian dalam catatan keuangan perusahaan uang itu disebutkan untuk keperluan sparepart.
Selain itu, Totok juga terlihat sangat menggebu-gebu ingin mempertemukan dirinya dengan Amran.
"Totok memerintahkan kepada Arim untuk menyerahkan uang kepada Amran untuk bantuan Pilkada. Itu tidak ada izin dan pengetahuan dari saya. Karena itu Totok sudah diberhentikan secara permanen dari perusahaan dan saya sudah laporkan Totok ke polisi atas penggelapan dan pencemaran nama baik," imbuhnya.
BACA JUGA:
Baca tanpa iklan