News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Nasib Anas di Demokrat

Sekjen PPP: SBY Urusi Demokrat ya Wajar

Penulis: Bahri Kurniawan
Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat memberikan pernyataan tentang beberapa masalah yang menimpa Partai Demokrat di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/2/2013) malam. SBY memberi kesempatan kepada Anas Urbaningrum untuk lebih fokus menghadapi dugaan masalah hukum di KPK terkait kasus korupsi Hambalang. (Tribun Jakarta/Jeprima)

Tribunnews.com, Jakarta - Sekjen Partai Persatuan Pembangunan, Rommy Romahurmuziy mengatakan apa yang dilakukan oleh Presiden SBY dalam prahara di Partai Demokrat sebagai Ketua Majelis Tinggi merupakan hal yang wajar saja selama tidak menyita waktu dan tugasnya sebagai presiden.

Menurut Rommy, hal tersebut bisa disebut sebagai hal yang wajar karena dalam meraih jabatan yang ia embang, ia menggunakan Partai Demokrat sebagai sarana yang mengantarkannya mendapatkan jabatan tersebut. Dan merupakan sebuah konsekuensi yang wajar jika kemudian SBY meluangkan waktunya untuk mengatasi persoalan yang terjadi di partai yang mengantarkannya meraih kursi kepresidenan itu.

"Jabatan publik yang beliau emban adalah bagian dari perjuangan politik yang beliau perjuangkan sebelumnya. Kalau kemudian presiden memberikan sebagian waktu untuk mengurusi isu politik yang mengantarakan jabatan publiknya, adalah suatu konsekuensi saja sepanjang itu tidak menyita perhatian dan konsentrasi presiden," ujar Rommy di Restoran Dapur Selera, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (10/2/2013).

Rommy menambahkan, yang terjadi dalam isu Demokrat belakangan ini adalah justru pemberitaan yang begitu besar sehingga terkesan Presiden SBY terkuras waktu dan energinya dalam mengurus prahara yang terjadi di Partai Demokrat.

"Jadi saya yakin dalam kacamata itu saya lihat apa yang dilakukan presiden secara lebih proporsional. Karena berita yang besar ruangnya belum tentu besar waktu dan tenaganya, itu logika media saja," tukasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini