News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Nasib Anas di Demokrat

Erlangga: Anas Masih Merasa Tetap Ketua Umum yang Sah

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Umum DPP Partai Demokrat (PD), Anas Urbaningrum memberikan pengarahan kepada kader dan pengurus PD se-Kabupaten Lebak, Banten dalam Rakorcab II dan pelantikan DPAC PD di Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (9/2/2013). Dalam sambutan di acara pelantikan sekaligus Rakorcab II PD tersebut, Anas meminta seluruh kader PD untuk tetap menjaga soliditas dan terus bekerja keras untuk kepentingan rakyat serta optimis dalam melalui badai yang melanda PD. TRIBUNNEWS/HO/Ridhwan Ermalamora Siregar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekjen Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Erlangga Mohammad menyambangi kediaman Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum di Jalan Teluk Semangka, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (11/2/2013).

Dalam pertemuan selama dua jam Erlangga mengaku datang sebagai teman lama. Saat akan pulang, Erlangga yang diminta wartawan untuk menjelaskan apa saja yang dibahas didalam. Ia pun menjelaskan bahwa sikap Anas soal "penggeseran" kekuasaannya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat oleh Ketua Majelis Tinggi PD Susilo Bambang Yudhoyono, Anas mengaku ikhlas.

"Gimana ya, sosoknya itu ya memang begitu. Anas masih merasa tetap Ketua Umum yang sah Partai Demokrat," kata Erlangga kepada wartawan di depan rumah Anas, Jakarta, Senin (11/2/2013).

Sebagai pemimpin umat, Erlangga menilai Anas akan menyikapi keputusan SBY dengan rasional. Anas mengaku tak sedikit pun kecewa dengan sikap SBY. Justru, Anas memandang dukungannya dengan SBY harus tetap baik meski ada kemelut mendera Partai Demokrat.

"Anas menganggap sikap SBY adalah perwujudan Bapak yang marah pada anaknya," jelasnya.

Lebih lanjut menurut Erlangga, diambil alihnya kekuasaan Anas oleh SBY tidak beralasan menurut hukum. Pasalnya, pelengseran itu sarat muatan rekayasa yang dilakukan SBY dan kroninya.

"Soal Anas, saya lihat ini ada rekayasa. Sebab dia tokoh Islam terkemuka. Anas merasa bahwa dia ini korban pengaruh opini publik saja yang kemudian disetujui SBY," tuturnya.

Klik:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini