TRIBUNNEWS.COM , JAKARTA - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar meminta PT Freeport Indonesia terhadap para penambang korban runtuhnya tambang beberapa waktu lalu baik yang masih dirawat, meninggal dan belum ditemukan.
Demikian disampaikan Muhaimin usai mengunjungi korban di Rumah Sakit Premier Bintaro, Tangerang Selatan, Minggu (19/5/2013). Dari korban yang dirawat, satu korban parah, dan lima dalam pemulihan.
Sementara korban meninggal dari runtuhnya tambang bawah tanah yang terjadi di area Big Gossan, Timika, Rabu (15/5/2013), berjumlah lima orang, dan 23 masih terjebak di dalam, dan belum diketahui bagaimana nasibnya saat ini.
"Jadi kita akan terus memberikan bantuan, dan saya sudah minta kepada PT Freeport bahwa mereka para korban harus mendaptkan ekstra perhatian," ungkap Muhaimin kepada wartawan di Kemayoran, Jakarta, Minggu sore.
Karena kejadian ini, PT FreeportĀ telah menghentikan kegiatan operasional sementara di area pertambangan sebagai tanda belasungkawa dan simpati terhadap mereka yang meninggal akibat tertimbun longsoran.
Penghentian kerja ini sifatnya sementara selama masa penyelamatan dan pemulihan berlangsung. Runtuhnya sebagian terowongan Big Gossan terjadi di area yang tak memiliki dampak material langsung dari kegiatan operasional pertambangan.
Untuk diketahui, para karyawan yang dipercaya tertimbun reruntuhan pada 15 Mei 39, selamat dan satu orang menyelamatkan diri saat insiden 11 orang, korban jiwa lima orang, masih belum diketahui nasibnya 23 orang.
Baca tanpa iklan