TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Satu dari tujuh jenazah terduga teroris kelompok Abu Roban, sudah dibawa pihak keluarga dari RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (18/5/2013).
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Boy Rafli Amar menjelaskan, satu terduga teroris yang sudah dibawa pihak keluarga adalah Budi alias Angga.
"Budi alias Angga yang berasal dari Jawa Barat. Jenazah sudah dikembalikan pada pihak keluarga pada Sabtu (18/5/2013)," kata Boy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (20/5/2013)
Menurut jenderal polisi bintang satu, dari tujuh jenazah, baru empat pembanding yang sudah diterima tim DVI. Sementara, dari empat DNA pembanding, yang sudah dianggap cocok baru tiga.
"Satu (DNA pembanding) dari empat ini belum cocok, termasuk Abu Roban. Satu keluarga kemarin tidak ada yang match," ujarnya.
Tim DVI, lanjutnya, masih berupaya memeroleh sampel pembanding dari pihak keluarganya.
"Masih ada empat lagi DNA empat keluarga yang belum bisa diperoleh," ucapnya.
Pengungkapn kelompok pimpinan Abu Roban merupakan hasil pengembangan dari penangkapan terduga teroris Beji, Bojonggede, Tamboran, dan Bekasi.
Selasa, 7 Mei 2013 sekitar pukul 15.30 WIB, Wiliam Maksum alias Acum alias Dadan ditangkap tim Densus 88 Antiteror Polri di Jalan Cipacing, Bandung, Jawa Barat.
Dari penangkapan tersebut, disita pistol browning rakitan, magasin beberapa buah, amunisi, komputer. kamera, dan senjata tajam.
Rabu, 8 Mei 2013 sekitar pukul 11.00 WIB, Densus 88 Antiteror menggerebek kontrakan milik H Suhanda di Kampung Baturengat Hilir, Desa Cigondewah Hilir, Kecamatan Marga Asih, Kabupaten Bandung.
Proses penggerebekan berakhir pukul 18.30 WIB. Hasil penggerebekan, Densus 88 membekuk Haris Fauzi alias Jablud (ditangkap hidup), Budi alias angga (tewas), Bang Junet alias Encek (tewas), Sarame (tewas).
Kemudian, pukul 15.30 WIB di Kampung Limbung, Batang, Kendal, Densus 88 menangkap pimpinan kelompok teroris bernama Abu Roban dan dua rekannya, Puryanto dan Iwan. Abu Roban mencoba melawan petugas sehingga meninggal ditembak.
Lalu, pada pukul 17.00 WIB, Densus membekuk Faisal alias Boim di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Barang bukti yang diamankan satu senjata revolver. Juga, membekuk Agung, Agus Widharto, dan Iman di Serpong, Meruya, dan Pamulang.
Pukul 20.00 WIB di Serua Indah Ciputat, Tangerang Selatan, Densus 88 mengamankan Endang dengan barang bukti uang tunai Rp 25.480.000, dan pukul 18.00 WIB kemudian ditangkap Wagiono dan Farel di Kutowinangun, Kebumen, yang terlibat pencurian dengan kekerasan di Grobogan, Jawa Tengah
Saat digerebek, para pelaku teror melawan, sampai akhirnya Tim Densus 88 baru bisa membekuknya, Kamis (9/5/2013) sekitar pukul 07.30 WIB. Dari penggerebekan, petugas membekuk lima orang, di antaranya Slamet dan Budi yang ditangkap dalam keadaan hidup. Sedangkan Bastari, Toni, dan Bayu alias Ucup dalam keadaan meninggal dunia. (*)
Baca tanpa iklan