Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jenazah terduga teroris Basari -- yang ditembak mati tim Densus 88 di Kutowinangun, Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (9/5/2013) lalu -- telah diambil pihak keluarga dari Rumah Sakit Bhayangkara Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (20/5/2013).
Setelah 13 hari berada di freezer kamar jenazah RS Polri, keluarga membawa jenazah Basari untuk dimakamkan di Desa Buntusari RT 01 RW 03 Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
"Kemarin diambil sekitar pukul 19.00 WIB. Dibawa menggunakan mobil jenazah ke Batang," kata Kepala Ruang Forensik RS Polri AKBP Tri Roso kepada Tribunnews.com di RS Polri, Kramat Jati, Selasa (21/5/2013).
Menurut Tri, istri almarhum sendiri yang datang menjemput jenazah Basari. Jenazah dibawa menggunakan peti jenazah berwarna coklat yang bertuliskan namanya. Saat ini tersisa lima jenazah teroris yang masih menunggu dijemput keluarganya di RS Polri.
Sebelumnya, pada waktu yang sama pukul 20.00 WIB dilakukan penggerebekan di Kutowinangun, Kebumen, Jawa Tengah. Penggerebekan diawali dengan penangkapan Wagiono dan Farel di Kutowinangun pada pukul 18.00 WIB. Saat digerebek para pelaku teror tersebut melakukan perlawanan sampai akhirnya tim Densus 88 baru bisa membekuknya Kamis (9/5/2013) sekitar pukul 07.30 WIB.
Dari penggerebekan tersebut petugas membekuk lima orang diantaranya Slamet dan Budi yang ditangkap dalam keadaan hidup, sementara Basari, Toni, dan Bayu alias Ucup dalam keadaan meninggal dunia.
Baca tanpa iklan