TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara, Jimly Asshiddiqie menilai tudingan kepada Prabowo Subianto yang melekat dengan peristiwa pelanggaran Hak Asasi Manusia Mei 1998 adalah persepsi publik. Prabowo selalu menjadi kambing hitam atas peristiwa Mei 1998.
"Pendapat yang melekat pada Prabowo adalah persepsi publik," kata Jimly di Jakarta, Selasa (21/5/2013).
Jimly menuturkan, semua peristiwa muncul akibat proses sebab akibat. Menurutnya, tidak adil ketika harus menyalahkan salah satu faktor atau aktor. Karena faktor untuk berubah tak berdaya ketika melawan kehendak zaman.
"Yang melawan perubahan zaman akan digilas zaman, karena waktu 15 tahun merupakan masa yang melelahkan menuju kematangan sistem orde reformasi," katanya.
Lebih lanjut Jimly mengatakan, yang harus dilakukan masyarakat Indonesia ke depan adalah melihat perubahan di masa transisi ini. Menurutnya, setiap pemimpin memiliki kontribusi dan karakter masing-masing.
"Apa yang menjadi kekurangan, bersama-sama diperbaiki tanpa merubah standar minimum demokrasi," katanya.
Baca tanpa iklan