News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Calon Legislatif

Sekjen: Pendanaan di PKS Unik

Penulis: Bahri Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Anis Matta (tengah) berfoto bersama Bendahara Umum PKS Mahfudzi Abdurrahman (kiri) dan Sekjen PKS Taufik Ridho, seusai konferensi pers di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2013).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Taufik Ridho mengatakan, mekanisme pendanaan partainya berbeda dengan partai-partai lain.

Ia menyebut, di PKS semua kader berpartisipasi secara langsung dalam hal pendanaan partai.

"Di PKS itu ada keunikan. Jadi, yang mengeluarkan dana bukan hanya caleg. Kader juga keluar duit, mereka beli kaos, bendera. Ini mungkin yang jarang ditemui di partai lain," ujar Taufik di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2013).

Taufik mengungkapkan, di seluruh Indonesia terdapat 600 ribu kader, di mana semuanya mengeluarkan iuran wajib setiap bulan untuk pendanaan partai.

Dalam kegiatan tiap pekan yang diikuti kader, ada juga infak yang dikeluarkan setiap minggu. Dana tersebut nantinya dikelola di masing-masing dapil untuk pengembangan partai.

"Untuk iuran yang wajib, misalnya saya, iuran sekitar 6 persen dari penghasilan sebulan. Belum lagi anggota DPR yang mencapai Rp 20 juta sebulan, belum anggota DPRD provinsi. Ini yng membedakan pendanaan kami," paparnya.

Taufik menjelaskan, kewajiban membayar iuran dan mengkuti kegiatan tiap pekan dalam partai, berlaku bagi semua kader tanpa terkecuali, termasuk bagi mereka yang sudah menduduki posisi sebagai menteri maupun kepala daerah.

"Kalau dia sebagai kader, karena dia ikut dalam pembinaan bulanan, harus berinfak. Dia jadi gubernur, menteri, tetap wajib," jelasnya. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini