TRIBUNNEWS.COM JAKARTA-- Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin mendesak Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sadar diri untuk mundur dari Setgab koalisi pendukung Pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Desakan ini disampaikan anggota Komisi III DPR ini buntut sikap PKS yang menolak APBNP 2013, yang di dalamnya termasuk kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan pemberian kompensasi berupa Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), dalam rapat paripurna DPR, Senin (17/6/2013) malam.
"Yang terbaik tentunya, kami sangat berharap dari kesadaran teman-teman PKS sendiri, karena memang sdh tidak sejalan sehubungan sikap Mayoritas Setgab tentang pengalihan subsidi kepada sektor yang lebih bermanfaat bagi rakyat banyak," tegas Politisi Demokrat ini kepada Tribunnews.com, Selasa (18/6/2013).
"Maka mutlak PKS harus mundur secara ksatria dan tarik semua menteri di kabinet," tambahnya.
Menurut Didi, janganlah PKS menunggu seolah-olah teraniaya, lalu berharap belas kasihan publik untuk bisa dongkrak elektabilitas. Tegas dia, tidak elok rasanya kalau cara tersebut yang ditempuh PKS.
"Tak elok rasanya hanya mau ikut kebijakan yang enak-enak saja, yang popular. Sementara kebijakan yang tidak popular dan tidak enak, tidak mau ikut menanggung resiko," cetusnya. (Andri Malau)
Baca tanpa iklan