News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Produksi Migas Terhambat Karena Koordinasi Antarpemerintah Lambat

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Alat meter gas bumi untuk rumah tangga yang terpasang di salah satu rumah di Kelurahan Gunung Elai, Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (30/1/2013). Di seluruh Kota Bontang ada 3.960 rumah yang menikmati aliran gas bumi tersebut. Sampai saat ini ada 57.000 rumah tangga di 13 kota di Indonesia yang menikmati aliran gas bumi. KOMPAS/HERU SRI KUMORO

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Energi, Komaidi Notonegoro menilai koordinasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah masih lambat. Hal itu menjadikan birokrasi perizinan sebagai penghambat produksi minyak dan gas bumi nasional.

"Jika seorang pimpinan sudah memerintahkan seseuatu maka jajaran dibawahnya sudah harus bisa bergerak cepat mengikuti instruksi pimpinannya," ujar Komaidi, di diskusi "Iklim dan Tantangan Investasi Migas di Indonesia" di Dewan Pers, Jum'at (21/6/2013)

Komaidi berpendapat permasalahan perizinan merupakan permasalahan yang relatif tetap sama, namun sulit untuk diselesaikan.

Dengan adanya penyederhanaan perizinan menurutnya akan menguntungkan bagi kedua belah pihak, antara pemerintah dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS).

"Semakin mudah perizinan juga akan menambah cadangan. Karena perizinan yang sulit berpotensi terjadinya jual beli wilayah kerja (WK)," jelas Komaidi

Komaidi pun mengimbau kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mempertegas seleksi KKKS yang bisa mengikuti lelang WK.

"Agar tidak ada KKKS yang tidak kredibel bisa memperoleh WK," ungkap Komaidi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini