News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Istana Bogor Dijaga Ketat

Editor: Rachmat Hidayat
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Rusa-rusa berkeliaran di rindangnya pepohonan di Istana Bogor

Martinus menegaskan, dinamit siap ledak yang raib itu bukan milik polri, dan hingga kini masih menyelidiki bahan peledak yang hilang itu milik perusahaan mana.

Dinamit itu sedianya hendak digunakan perusahaan tambang, PT Batu Sarana Persada. Semula, informasi menyebut PT batu Sarana membeli dari PT Dahana di Subang. Namun Humas PT Dahana Juli Jajuly membantahnya. "Bukan, itu bukan dari PT Dahana. Bahan peledak yang katanya dicuri, produk dari kompetitor kami di Cikampek, PT MNK," kata Juli Jajuly.

Dia menegaskan, berdasarkan informasi yang dihimpunnya, bahan peledak tersebut hilang saat tengah dibawa dari Cikampek. "Itu barangnya dari PT MNK yang dibawa dari Cikampek menuju Bogor. Namun di tengah jalan katanya ada yang mencuri. Sejauh ini, hanya itu yang bisa kami jelaskan. Bahan peledak dari PT Dahana, dalam kondisi aman, tidak ada yang dicuri," ujarnya.

Informasi mengenai adanya pencurian 250 batang dinamit ini tersebar melalui layanan Broadcast BlackBerry Messanger (BBM). Tujuan BBM untuk sejumlah pejabat kepolisian di Polda Jabar, termasuk Detasemen Khusus 88, perihal dicurinya 250 batang dinamit siap pakai. (kor/tribunnews.com/adi)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini