Jaksa Lucky menambahkan, terdakwa diketahui tidak punya penghasilan tambahan dalam jumlah besar, dan hanya mengandalkan penghasilannya dari gaji sebagai anggota Polri. Sehingga tidak mungkin dapat memiliki harta dalam jumlah tersebut.
Dalam tuntutannya, Jaksa KPK mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Adapun yang memberatkan, perbuatan terdakwa dilakukan saat negara tengah aktif melakukan pemberantasan korupsi, terdakwa sebagai aparat penegak hukum telah menciderai lembaga kepolisian.
Terdakwa berbelit-belit di persidangan dan tidak menyesali perbuatannya, perbuatan terdakwa telah merugikan keuangan negara yang cukup besar dan pelayanan simulator SIM di Korlantas Polri tidak berjalan. Sedangkan pertimbangan yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum dan sopan di persidangan.
Baca tanpa iklan