News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jokowi Setuju Politik Itu Suci

Penulis: Muhammad Zulfikar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, didampingi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani, menanam pohon di wilayah percontohan Konservasi Ciliwung, Condet, Jakarta Timur, Minggu (10/11/2013). Gerakan Penyelamatan Ciliwung tersebut bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat agar menjaga, peduli dan tidak merusak kali Ciliwung. Warta Kota/angga bhagya nugraha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo setuju bahwa politik itu sebenarnya suci. Hal tersebut diungkapkan Jokowi saat menghadiri peluncuran buku milik politisi senior PDI Perjuangan Sabam Sirait dengan judul buku 'Politik itu Suci'.

Sabam Sirait meluncurkan buku tersebut dalam rangka merayakan ulang tahunnya ke-77 di Gedung Lemhanas, Jakarta, Minggu (10/11/2013).

"Saya setuju politik itu suci," kata Joko Widodo yang didaulat memberikan kesan terhadap Sabam Sirait.

Pria yang disapa Jokowi itu menuturkan, politik adalah alat untuk memperjuangkan ideologi, idealisme untuk keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Menurutnya, Sabam Sirait telah memperjuangkan hal tersebut sejak terjun ke dunia politik.

"Ibunda pak Sabam pernah cerita ke saya, saat beliau masih muda sampai sekarang sering pulang pagi dalam rangka memperjuangkan ideologi yang dia (Sabam Sirait) yakini benar," tutur Jokowi yang mengenakan baju koko berwarna putih yang dilehernya melekat sarung berwarna merah.

Lebih lanjut Jokowi mengatakan, ia merasa cocok dengan pemikiran dan nasehat yang disampaikan Sabam Sirait. Sabam Sirait dalam pandangannya menjalankan prinsip-prinsip politik yang baik dan lurus.

"Saya beberapa kali mendapat nasehat dari beliau dan merasa cocok dengan nasehat dan pemikirannya," cetusnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini