News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bambang Widjojanto Penasaran Sosok Koruptor Kelas Wahid di Jawa Timur

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad (dua kanan) bersama Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto (dua kiri), Deputi Penindakan KPK, Warih Sadono (kanan), dan juru bicara KPK, Johan Budi (kiri) sesaat sebelum menggelar konferensi pers mengenai pemeriksaan Wakil Presiden RI, Boediono terkait skandal Bank Century, di Auditorium KPK, Jakarta selatan, Senin (25/11/2013). Konferensi pers tersebut urung terlaksana karena wartawan melakukan aksi walk out akibat ketidak transparanan informasi mengenai pemeriksaan Boediono pada 23 November 2013 lalu di Kantor Wapres. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, mengaku belum mengetahui adanya koruptor kelas wahid di Jawa Timur sebagaimana diungkapkan oleh Ketua KPK Abraham Samad. Bambang pun penasaran ingin mengetahui siapa orang yang dimaksudkan oleh ketua komisionernya itu.

"Itu Pak Ketua yang ngomong yah. Saya juga ingin tanya tuh ke Pak Ketua," kata Bambang di acara Malam Penganugerahan (Awarding Night) ACFFest 2013, XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (14/12/2013) malam.

Menurut Bambang, meski dirinya adalah Wakil Ketua KPK bidang Penindakan, bukan berarti dirinya mengetahui semua informasi tentang laporan masyarakat maupun kasus yang diselidiki oleh bawahannya, termasuk kasus korupsi di Jawa Timur.

"Mungkin Pak Ketua sudah lebih tahu," jelasnya.

Dalam sebuah seminar politik kebangsaan di kantor International Conference of Islamic Scholars (ICIS), Jakarta, pada Kamis (12/12/2013) lalu, Ketua KPK Abraham Samad mengungkapkan adanya perampok besar di Jawa Timur.

Namun, KPK sulit menembus dan menemukan bukti karena modus kejahatan itu sangat canggih dan tak berbekas. Bahkan dia menyebut koruptor ini kelas wahid dan masuk kategori tidak dapat dimaafkan.

"Di Jawa Timur itu perampoknya kelas wahid, pelakunya berpengalaman, bahkan kategori tak bisa dimaafkan," kata Abraham dalam seminar saat itu.

Hal itu diungkapkan Abraham saat menjawab pertanyaan seorang peserta seminar yang menanyakan alasan KPK tak pernah mengungkap kasus korupsi di Jawa Timur.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini