News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Alat Sadap di Rumah Jokowi

Jokowi Tidak Ingin Isu Penyadapan Dibesar-besarkan

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi (kanan), Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh (dua kanan), Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar, Akbar Tandjung (dua kiri), dan Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto (kiri) menerima penghargaan Men s Obsession Decade Awards 2004-2014 di Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2014). Penghargaan pada acara Men s Obsession Awards 2014 ini diberikan atas penilaian kepada individu atau tokoh yang memiliki kriteria integritas, kapabilitas, profesionalisme, dan prestasi. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meminta kepada media tidak membesar-besarkan isu penyadapan terhadap dirinya yang terkuak dari pernyataan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Tjahtjo Kumolo.

"Tidak usah digede-gedein lah stop tidak usah digede-gedein," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Jumat (21/2/2014).

Jokowi sendiri sebetulnya telah meminta kepada internal partai, yaitu PDI Perjuangan agar tidak membeberkan upaya penyadapan terhadap dirinya.

"Saya sebetulnya hanya ngomong. Dulu jangan digede-gedein jangan diribut-ributin. Karena paling hasil sadapannya juga tidak ada isinya," kata mantan Wali Kota Solo ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tjahjo Kumolo membeberkan bahwa pernah ada upaya penyadapan terhadap Jokowi. Menurutnya ini merupakan indikasi kuat adanya teror yang mengarah pada partainya dari pihak eksternal.

"Di rumah Jokowi kita operasi ada tiga alat penyadap. Di tempat tidur, di ruang tamu dan di tempat makan. Seakan-akan ada semacam teror," kata Tjahjo, Kamis (20/2/2014).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini