News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bocah Disodomi

Kemendikbud Dikritik Gunakan Kata 'Internasional' Pada Sekolah

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Rendy Sadikin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sejumlah murid Jakarta International School (JIS) terlihat cepas paca kejadian tindak pelecehan seksual di sekolah yang lokasinya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (15/4/2014). Walau pun pengamanan sekolah ini cukup ketat dengan 400 CCTV namun kasus pelecehan seksual murid terjadi di sekolah bertarf internasional ini. (Warta Kota/Adhy Kelana)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus pelecehan seksual pada anak di Jakarta International School (JIS) terus mendulang kecaman. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun menjadi sasaran kritik terkait pemberian kata 'internasional' pada sebuah sekolah.

Menurut tokoh pendidikan Salim Syihab, bisa saja sekolah yang mengunakan embel-embel internasional hanya di luar saja supaya terlihat aman bagi anak-anak.

"Keamanan yang paling penting di sekolah justru adalah keamanan dari perilaku atau kejiawaan guru, staff, pegawai kebersihan atau pegawai lainnya. Seharusnya setiap seleksi pegawai perlu dilakukan tes kejiwaan. Karena kalau tidak, mungkin saja hal seperti ini akan kembali terjadi," ujar Salim, Kamis (17/4/2014).

Salim mengkritik kebijakan Kemendikbud karena terlalu mudah memberikan kata 'internasional' kepada sekolah. Menurutnya Kemendikbud tidak mempunyai aturan khusus mengenai sekolah seperti apa yang berhak menggunakan kata 'internasional'.

"Ini sebenarnya hanya strategi marketing untuk menaikkan harga, komersialisasi sekolah saja. Untuk itu Kemendikbud harus lebih tegas terhadap sekolah seperti ini, karena biasanya mereka sulit dijamah. Sehingga kita tidak tahu apa yang terjadi didalam, tahu-tahu ada kejadian seperti sekarang," tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini