TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Demokrat Max Sopacua membantah calon presiden Prabowo Subianto sosok otoriter. Ia orang yang disiplin, terlihat dari rekam jejaknya.
"Soalnya lingkungannya mendukung, dia disiplin. Kalau tahu Kopassus motonya, disiplin adalah nafasku, dia memegang teguh itu," kata Max ketika dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (1/7/2014).
Max mengatakan. capres urut satu terbiasa dengan disiplin dan membela tanah air. Sehingga otoriter dan disiplin berbeda. "Dia sangat menjaga kesetiaan," imbuhnya.
Muncul anggapan selama ini Prabowo adalah seorang otoriter. Ia menegaskan akan terus menjalankan sistem demokrasi yang telah berjalan selama ini jika terpilih menjadi presiden.
"Tolong percaya lah. Saya demokrat. Saya bukan otoriter. Saya percaya demokrasi. Saya tentara profesional yang sudah bersumpah dan berjanji membela konstitusi," kata Prabowo di Hotel Borobudur Senin (30/6/2014) malam.
Saat itu seorang dosen universitas di Australia bertanya kepada Prabowo, apakah Indonesia membutuhkan demokrasi atau pemerintahan yang kuat seperti Malaysia dan Singapura.
"Saya tahu arah pertanyaan Anda, ha-ha-ha. Saya selama ini digambarkan seseorang yang tidak pro-demokrasi, sebagai sosok yang otoriter. Saya digambarkan ingin kembali ke Orde Baru," (Advertorial)