Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masifnya peredaran narkoba, membuat orangtua was-was ketika akan memasukan anaknya ke sebuah perguruan tinggi tertentu.
Guna membentengi kampusnya dari peredaran narkoba, Universitas Trisakti mengaku telah membetuk Tim Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba (TPPN) untuk menangkal masuknya narkoba ke kampus Reformasi.
"Sebagai hasil dari usaha kami, jika pada periode 1999-2008 kami telah mendrop-out 200 mahasiswa karena terkait kasus narkoba, namun semenjak 2008 hingga sekarang sudah tidak pernah ada lagi satupun ditemukan kasus narkoba di Kampus ini, dengan kata lain kampus Trisakti bersih dari narkoba,” Ujar Ketua Umum TPPN, Hein Wangania, Sabtu (5/7/2014).
TPPN ungkapnya dibentuk pada tahun 1999 atas inisiatif Rektor Universitas Trisakti dimana bebernya merupakan bukti konkrit komitmen Universitas Trisakti dalam penanggulangan narkoba.
TPPN semenjak didirikannya, lanjut Hein selalu mencoba membangun spirit anti narkoba kepada mahasiswa Universitas Trisakti.
“ini terbukti berhasil dengan terbentuknya Divisi Mahasiswa Anti Narkoba (DMAN) Universitas Trisakti yang dibentuk atas inisiatif para mahasiswa sendiri pada tahun 2004," ujarnya.
DMAN jelasnya, cukup ampuh menangkal narkoba masuk ke dalam lingkungan kampus.
Salah satu strategi yang dilakukan DMAN dalam melakukan tugasnya beber Ketua Umum DMAN Usakti, M Gilang Giffari adalah, menambah jumlah anggota mereka.
Pihaknya terang Gilang baru-baru ini melakukan pembekalan anggota mereka bekerjasama dengan BNP DKI dan aksi simpatik dalam rangka Hari Anti Narkotika Internasional 2014. “Yang terdekat adalah penyuluhan dan buka puasa bersama anak yatim piatu,” katanya.
Dalam melaksanan program-program antinarkoba TPPN dan DMAN Uniersitas Trisakti bekerjasama dengan berbagai pihak seperti BNN, Gerakan Anti Madat (Geram) pimpinan Sofyan Ali, dan Gerakan Nurani Nusantara (GANN) yang dipimpin oleh M Fariza Y Irawady.
Akibat usahanya dalam memberantas narkoba, Universitas Trisakti pernah mendapatkan Pin Emas dari Presiden, dan diserahkan secara resmi di Istana Negara pada masa Presiden Megawati dan Presiden SBY.
"Kami merupakan salah satu pelopor kampus bebas Narkoba, dan pernah mendapatkan penghargaan pin emas oleh presiden, oleh karenanya dalam berbagai kesempatan kampus Usakti selalu menjadi Role Model bagi kampus-kampus lainnya dalam bidang penanggulangan narkoba, ini semua tak lepas dari peran dan komitmen Rektor Usakti Thoby Muthis yang sangat peduli dan mendukung semua program TPPN dan DMAN,” ujar Hein.
Baca tanpa iklan