News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Denny Indrayana Tersangka

20 Pengacara Dampingi Pemeriksaan Denny Indrayana sebagai Tersangka

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Y Gustaman
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana (berbatik merah) didampingi kuasa hukumnya tiba di Bareskrim Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan, Jakarta, Jumat (27/3/2015). Denny yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Mabes Polri menjalani pemeriksaan oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Ditipikor) Bareskrim Polri terkait kasus dugaan korupsi pada pengadaan sistem payment gateway atau pembayaran secara elektronik pembuatan paspor. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 20 pengacara mendampingi pemeriksaan perdana mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana sebagai tersangka di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (27/3/2015) siang.

Ia akan diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi program pembayaran paspor secara otomatis atau payment gateway di Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM pada 2014.

"Pada kesempatan ini pula saya ingin ucapkan terima kasih kepada kuasa hukum saya yang sudah membantu luar biasa, di samping teman-teman yang hadir. Saya juga didampingi oleh UGM yang sudah menyediakan tim lawyer (pengacara) untuk saya. Nanti yang lain disampaikan oleh Heru Widodo," ujar Denny setiba di kantor Bareskrim Polri.

Denny pertama kali diperiksa setelah penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri menetapkannya sebagai tersangka, Selasa (24/3/2015). Penyidik mengantongi cukup alat bukti keterlibatan Denny dalam proyek ini.

Pengacara Heru Widodo menyebutkan ada 20 pengacara yang turut mendampingi pemeriksaan Denny. Mereka berasal dari tim kuasa hukum Jakarta dan PKBH Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

"Ada 20 orang tim PH yang dampingi. Tapi, pendampingan pemeriksaannya secara bergantian. Sekarang pemeriksaan sudah dimulai, ada tiga orang pengacara yang dampingi," ujar Heru saat dikonfirmasi.

Heru menambahkan, Denny baru bisa datang ke Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan sekitar pukul 14.00 WIB lantaran melaksanakan salat Jumat dahulu.

"Tadi waktunya tanggung. Kami sudah kabarkan ke penyidik baru bisa datang selesai salat Jumat. Jadi bukan terlambat, ini persolan teknis saja," terang Heru Widodo.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini