News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jokowi dan Ketua Parlemen Tiongkok Bahas Jalur Sutra Maritim

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Y Gustaman
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

MELEPAS PRAMUKA - Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Ketua Kontingen Gerakan Pramuka Fachry Sulaiman (kiri) menyerahkan bendera Merah Putih kepada Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault (tengah) saat melepas Kontingen Gerakan Pramuka Indonesia menuju Jepang di halaman Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (24/5). Sebanyak 462 orang anggota kontingen Gerakan Pramuka Indonesia akan mengikuti Jambore Pramuka Dunia XXIII di Jepang. Kontingen Pramuka Indonesia akan bergabung bersama sekitar 40 ribu peserta lainnya dari 105 negara di Kirarahama, Yamaguchi, Jepang, pada 28 Juli-8 Agustus 2015. Warta Kota/henry lopulalan

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Imanuel Nicolas Manafe

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selain membahas target kerja sama ekonomi, Presiden Joko Widodo dan Ketua Parlemen Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Yu Zhengsheng, membicarakan jalur sutra maritim.

Menteri Koordinator Kemaritiman, Indroyono Susilo, yang juga ikut dalam pertemuan menjelaskan keduanya memiliki visi yang sama terkait kemaritiman.

"RRT memiliki kebijakan jalur sutera maritim dan Indonesia miliki poros maritim dunia. Nah kedua visi ini sangat bagus untuk dikerjasamakan," ujar Indroyono di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/7/2015).

Indroyono mengatakan wacana kerja sama kemaritiman terkait pariwisata kedua negara. Ia mengambil contoh wisatawan mancanegara asal Tiongkok ke Indonesia sampai saat ini belum mencapai 1 juta.

"Sedangkan yang datang ke Thailand pada semester satu sudah empat juta orang. Jadi ini bagian dari poros maritim dunia juga dan Tiongkok jalur sutra maritim," ucap Indroyono.

Sementara Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menjelaskan isi pertemuan keduanya pertama-tama membahas mengenai target kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan Tiongkok.

"Pertama, Presiden menyampaikan kembali harapan agar target-target kerjasama ekonomi dapat dipenuhi," ujar Retno usai pertemuan.

Indonesia dan Tiongkok memiliki target perdagangan yang akan dicapai sekitar 150 miliar dolar Amerika Serikat, kerjasama pariwisata 20 juta wisatawan mancanegara dan upaya peningkatan investasi.

"Dalam hal itu Presiden mengharapkan kiranya peningkatan kerjasama parlemen kedua negara juga diharapkan dapat mendukung pencapaian target-target tadi," ucap Retno.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini