News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kekuatan Militer Indonesia Diharapkan Masuk 5 Besar Dunia pada 2024

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Para penerjun payung yang tergabung dari Paskhas TNI AU, Fasida, dan UKM Universitas Tanjungpura Pontianak melakukan aksi terjun free fall pada Senin (2/2/2015). Para sky drive ini mendarat di Stadion Sultan Syarif Abdurrahman Pontianak dalam acara peringatan ulang tahun Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat ke-58. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peringatan kemerdekaan RI ke-70 dapat menjadi momentum untuk merefleksikan kekuatan pertahanan yang dimiliki. Indonesia harus menjadi negara yang kuat, ekonomi, sosial, budaya, politik dan hankam.
 
Hal tersebut disampaikan anggota Komisi I DPR RI Sukamta dalam keterangannya, Kamis (6/8/2015).

"Indonesia yang kuat pertahanannya bukan untuk menjadi ancaman bagi bangsa lain tetapi untuk kesejahteraan bangsa sendiri dan agar Indonesia dihormati oleh bangsa-bangsa lain baik tetangga dekat maupun jauh sambil berkontribusi dalam memelihara perdamaian dunia sebagaimana amanah UUD NRI 1945," tuturnya.

Politikus PKS itu menilai semua pihak perlu merefleksikan semangat kemerdekaan Indonesia untuk memperbaiki kekuatan pertahanan Indonesia. Lembaga pemeringkat kekuatan militer dunia Global Fire Power military pada tahun 2015 menempatkan Indonesia berada pada urutan ke-12 dengan Power Index 0.5231.

"Dengan semangat kemerdekaan, kita musti terus meningkatkan power index Indonesia. Mudah-mudahan tahun 2016 power index kita beranjak masuk 10 besar kekuatan militer dunia dan pada tahun 2024 mudah-mudahan bisa masuk 5 besar,” ujarnya.

Sukamta mengatakan untuk mencapai itu, setidaknya ada tiga hal yang perlu ditingkatkan, yaitu SDM, alutsista, dan anggaran. Ia mengatakan personel tentara Indonesia berjumlah sekitar 400 ribu. Mereka memiliki kemampuan tempur cukup baik. Ditambah lagi, Indonesia memiliki sejumlah pasukan elit khusus di masing-masing matra seperti Kopassus dan Raider di AD, Paskhas dan Denbravo (Detasemen Bravo) 90 di AU, Kopaska (Komando Pasukan Katak), Yontaifib (Batalyon Intai Amfibi) dan Denjaka (Detasemen Jala Mangkara) di AL.

"Daya tempur personel TNI mungkin saja masih lebih unggul dari pada negara-negara lain jika dihadapkan secara vis a vis di lapangan tanpa senjata. Daya survival dan daya tempur pasukan elit kita sudah diakui kehebatannya oleh negara-negara lain. Ini jadi kebanggaan tersendiri, tapi jangan terlena. Kita harus terus tingkatkan kuantitas dan kualitasnya," tuturnya.

Sedangkan mengenai alutsista dan anggaran pertahanan, Sukamta mengatakan TNI memiliki program Renstra dan MEF (Minimum Essential Forces). Renstra yang dibuat TNI terbagi ke dalam 3 tahap, yaitu renstra tahap I (2005-2009), renstra tahap II (2010-2014) dan renstra tahap III (2015-2019). Anggaran untuk Renstra tahap II meningkat 100 persen dari tahap I. Sedangkan untuk tahap III anggaran meningkat hampir 100 persen.

Sukamta mengatakan TNI juga mengagendakan MEF (Minimum Essential Force) untuk memenuhi kebutuhan minimum pertahanan ke dalam 3 tahap, yaitu MEF tahap I (2010-2014), MEF tahap II (2015-2019) dan MEF tahap III (2020-2024). Dari tahun ke tahun, tahap ke tahap, anggaran untuk membeli dan memperbaharui alutsista terus meningkat. Ia mendorong agar anggaran tersebut terus ditingkatkan untuk tahun-tahun selanjutnya.

"Kalau SDM, alutsista dan anggaran terus kita tingkatkan baik kuantitas dan kualitasnya melalui program Renstra dan MEF ini, saya yakin kita bisa masuk menjadi 5 besar kekuatan militer dunia pada tahun 2024," harap Sukamta.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini