Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Peristiwa tewasnya bocah perempuan sembilan tahun ditemukan terbungkus di dalam kardus di Kalideres, Jakarta Barat, menambah panjang kasus kekerasan seksual terhadap anak.
Ketua Umum Pergerakan Indonesia, Sereida Tambunan, mengatakan tidak ada tempat aman untuk anak Indonesia. Selama 2015, korban kasus pelecehan seksual didominasi anak berdasar data Komisi Nasional Perlindungan Anak sejak Januari hingga Agustus. Setidaknya ada 1.726 kasus melibatkan anak-anak, dan 58 persen di antaranya merupakan perkara pelecehan seksual.
"Itu berarti ada sekitar 1000 kasus yang menimpa anak dari Januari hingga Agustus 2015 adalah kasus kekerasan seksual. Berdasarkan Laporan KPA 3.339 kasus kejahatan terhadap anak yang terjadi pada 2014, pelecehan seksual mencapai 52 persen," kata Sereida kepada wartawan di Jakarta, Jumat (9/10/2015).
Sementara pada 2013 dari 2.700 kasus kriminal yang melibatkan bocah di bawah umur, 42 persen merupakan kasus pelecehan seksual. Kejahatan terhadap anak bisa terjadi di mana saja: sekolah, lingkungan sekitar tempat tinggal bahkan rumah.
"Situasi kejahatan seksual terhadap anak sudah sangat darurat. Kejahatan seksual lanjutnya sekarang tidak hanya terjadi di luar rumah tetapi ada juga yang terjadi di dalam rumah di mana predatornya adalah orangtuanya sendiri, paman, kakak dan juga orang tua tiri," kata dia.
Menurutnya, kejahatan seksual yang terjadi sekarang ini sedang mengancam dunia anak. Untuk itu ia meminta pemerintah tidak boleh tinggal diam dan negara harus bertindak.
"Negara tidak boleh melakukan pembiaran terhadap sekian ribu kasus yang terjadi pada anak. Kematian anak kita ini harus menjadi cambuk kembali untuk memanggil negara dan elemen-elemen yang terkait juga masyarakat Indoensia supaya tidak tinggal diam terhadap kasus-kasus yang serupa," kata Sereida.
Ia menjelaskan, kekerasan, kejahatan kepada anak bahkan berujung kepada kematian karena terlalu banyak orang baik di Indonesia yang mengambil sikap diam.
Baca tanpa iklan