Selain hasil survei, Doli menuturkan simpatisan Golkar kini lelah dengan konflik dualisme kepengurusan.
Termasuk penyelenggaran pilkada, dimana banyak kader lebih memilih maju melalui independen ketimbang lewat Partai Golkar.
"Masa depan golkar ya masa depan kawan-kawan muda, bagaimana kedua belah pihak duduk bersama, mencari jalan terbaik dan cepat, kita punya konsen waktu. Pilkada kalau tak konflik berat, apalagi konflik, cuma 139 calon kepala daerah, belum tentu kader semua," kata pengurus Golkar versi Munas Bali yang dipimpin Aburizal Bakrie itu.
Baca tanpa iklan