News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Menteri Desa: Pemerintah Ingin Bendung Buah Impor

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BATASI BUAH IMPORT- Membanjirnya bua-buahan impor di pasaran sangat menggangu petani-petani buah nasional. Mereka berharap pada Menteri Perdagangan RI yang baru, Muhammad Luthfi, dapat mengurangi derasnya impor hortikultura di Indonesia. (Warta Kota/adhy kelana/kla)

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar mengatakan revolusi oranye yang dicanangkan pemerintah merupakan langkah pemerintah untuk membendung buah impor.

"Sebetulnya ini kan konteks saya ya, secara nasional kan kita ingin membendung buah impor," ujar Marwan di Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/11/2015).

Untuk menanggapi revolusi tersebut, Marwan mengatakan pihaknya telah memberdayakan para transmigran di 114 Kabupaten, yang 12 Kabupaten, diantaranya Kabupaten Way Kanan, Kayong Utara dan Muara Bungo, yang khusus mengerjakan tanaman buah dan bunga.

"Tapi dalam konteks yang spesifik di dalam daerah-daerah transmigrasi ya kami memberdayakan para transmigran itu, kami berikan lahan, kami berikan skill, kesempatan mereka untuk tanam buah dan bunga di daerah transmigrasi itu," kata Marwan.

Marwan mengatakan, pihaknya telah lebih dulu melakukan kerjasama dengan IPB, dalam bentuk pendampingan kepada para transmigran yang menanam buah maupun bunga.

"Daerah itu kami sudah kerjasama dengan IPB dalam rangka penanaman buah dan bunga. Intinya itu. Di tempat lain itu ada misalnya seperti pertanian dan peternakan. Itu ada. Yang 12 Kabupaten itu yang khusus untuk buah dan bunga," ucap Marwan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini