News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pegiat Antikorupsi Gelar Aksi 'Bersihkan DPR' Siang Ini

Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DEMO KELOSET - Puluhan closet sebagai sarana menyatakan pendapat dari Aliansi Seniman Jakarta di depan Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (3/12/2015). Kasus Papa Minta Saham yang dilakukan oleh ketua DPR Setya Novanto menjadi bukti DPR tidak lebih lembaga yang penuh kebusukan, kotor dan jorok. Warta Kota/henry lopulalan

Tribunnews.com, Jakarta - Para pegiat antikorupsi menyatakan akan menggelar aksi bertema "Bersihkan DPR".

Aksi akan digelar Selasa (8/12/2015) ini pukul 13.00 WIB di depan Gedung DPR RI atau sehari menjelang Hari Antikorupsi 2015.

Menurut pegiat antikorupsi dari Indonesia Corruption Watch (ICW) Selly Martini, selain ICW, aksi akan melibatkan para pegiat antikorupsi dari Transparansi Internasional (TI), Koalisi PWYO (Publish What You Pay), YAPPIKA (Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif dan Kemitraan Masyarakat Indonesia) dan MAPPI (Masyarakat Profesi Penilai Indonesia).

"Aksi akan diisi pertunjukan teaterikal, orasi, dan pembacaan pernyataan sikap," kata Selly yang mengirimkan undangan untuk menghadiri aksi kepada media massa.

Dalam pandangan para pegiat antikorupsi, beberapa pekan terakhir rakyat, disuguhkan dagelan politik oleh anggota DPR.

Sidang MKD atas kasus yang melibatlan Ketua DPR Setya Novanto malah memojokkan pengadu yang ingin membongkar mafia migas di Indonesia.

"Ketimbang membahas UU lain yang lebih penting, DPR malah akan merevisi UU KPK," ujar Selly.

Selain itu, aksi juga dilakukan berkenaan dengan akan segara berakhirnya masa jabatan pimpinan KPK sebentar lagi.

Mereka ingin mendesak agar DPR tidak salah memilih calon pimpinan KPK.

Mereka juga akan menesak DPR untuk memilih pimpinan KPK yang sejalan dengan agenda pemberantasan korupsi, seingga jangan sampai pimpinan yang dipilih mempunyai kepentingan politik yang justru malah menghancurkan KPK dari dalam.

"Masyarakat sudah menunjukkan reaksi keras, baik melalui petisi online, media sosial, juga aksi lapangan. Tapi mereka seakan buta dan tuli, lupa untuk siapa mereka harusnya mengabdi," ujarnya.

Para pegiat antikpruosi itu juga mengajak masyarakat agar pada Hari Anti Korupsi pada 9 Desember 2015 nanti menunjukkan bahwa rakyat setia menagih sumpah dan janji mereka.

"Rakyat punya kekuatan untuk melengserkan mereka yang TAK SETYA," tulis mereka.

Mereka juga menekankan, jika rakyat bergerak bersama, maka suaranya pun akan bergaung lebih keras.

Menjelang pilkada serentak yang juga jatuh pada 9 Desember mereka mengajak masyarakat menyoroti partai-partai yang tak berpihak kepada rakyat.

"Jika bersama, suara kita akan menggaung lebih keras. Jelang Pilkada ini, mari kita sorot partai-partai yang tak berpihak pada rakyat. Jangan pilih partai-partai yang mengkhianati JANJI SETYA wakil rakyat," tulis mereka dalam undangan aksi tersebut. (Willy Pramudya)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini