News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Prahara Partai Golkar

Jusuf Kalla Menolak Jadi Ketua Umum Golkar Transisi

Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) bersalaman dengan Menkopolhhukam Luhut Panjaitan (kiri) disaksikan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (kanan) saat menghadiri perayaan HUT Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (26/11/2015). Perayaan HUT ke-51 Partai Golkar tersebut bertemakan Konsolidasi Nasional Untuk Kejayaan Partai Golkar . TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) cukup puas memimpin Partai Golkar saat menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar selama lima tahun, pada periode 2004 - 2009.

Kepada wartawan di kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (5/1/2015), Jusuf Kalla menolak bila kembali diminta untuk memimpin partai berlambang pohon beringin tersebut.

"Saya sudah pernah jadi ketua umum. Jadi ketua umum lagi, tidak lah," ujarnya.

Usul JK kembali menjadi ketua umum Golkar di masa transisi dilontarkan oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar versi munas Ancol, Leo Nababan.

Ia menilai Jusuf Kalla adalah orang yang paling bisa menengahi, di antara konflik kepemimpinan antara kubu munas Bali dengan kubu munas Ancol.

Menurut Jusuf Kalla kedua belah pihak sudah sepakat untuk berdamai. Islah kedua kubu di internal Partai Golkar, hanya tinggal menunggu waktu saja untuk diselesaikan.

Baik Aburizal Bakire yang merupakan Ketua Umum DPP Partai Golkar versi munas Bali, dan Agung Laksono versi munas Ancol, sudah sepakat untuk kembali menggelar munas.

"Itu akan diselesaikan oleh internal Partai Golkar sendiri," jelasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini