News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Prahara Partai Golkar

Penuh Kontroversi Pemimpin Baru Partai Golkar

Editor: Rachmat Hidayat
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Setya Novanto

Laporan wartawan Kompas.com, Sabrina Asril

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA- Setya Novanto (Setnov) resmi terpilih sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar untuk periode lima tahun mendatang.

Setnov terpilih setelah pesaingnya Ade Komaruddin (Akom) mundur untuk melanjutkan pertarungan di putaran kedua dalam Munaslub Golkar yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali.

Sosok Setnov dikenal sebagai tokoh Golkar yang penuh liku dalam karir politiknya. Mundur sebagai Ketua DPR sebelum diputuskan oleh Mahkamah Kehormatan MKD DPR setelah sebelumnya dilaporkan oleh Menteri ESDM Sudirman Said.

Kasus ini kemudian dikenal dengan kasus Papa Minta Saham. Beberapa pihak kemudian menjuluki Setya Novanto sebagai toko "The Untouchable" karena segala tuduhan yang dialamatkan kepadanya, sama sekali belum dinyatakan bersalah.

Dalam kasus Papa Minta Saham, kasus yang begitu menyita perhatian publik, sampai Presiden Jokowi, pun angkat bicara. "Saya tidak apa-apa dibilang Presiden gila, sarap, koppig tidak apa. Tetapi kalau sudah dibilang mencatut, meminta saham, itu yang tidak bisa," ungkap Jokowi dengan nada tinggi di Istana Merdeka, Senin (7/12/2015) akhir tahun kemarin.

Novanto juga sering bolak-balik ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa sebagai saksi karena namanya disebut dalam berbagai kasus, seperti korupsi e-KTP, suap Ketua MK Akil Mochtar, hingga kasus PON Riau.

Tak hanya itu, Novanto juga sempat membuat heboh publik tatkala hadir dalam kampanye bakal calon presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump.

Berikut daftar kontroversi yang membayangi langkah sang politisi yang dikenal tenang, licin, tetapi memiliki jaringan kuat, baik di internal partai maupun di pemerintahan ini:

1. Kasus "Papa minta saham"
Kasus ini awalnya ditangani oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) berdasarkan aduan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said.

Sebuah rekaman yang berisi percakapan Novanto bersama pengusaha minyak Riza Chalid dengan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin membuat Presiden Jokowi marah.

Sebanyak 17 anggota MKD menyatakan Novanto melanggar kode etik. Menjelang MKD menjatuhkan vonis, Novanto langsung mengambil langkah cepat mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPR.

Dengan pengunduran diri itu, MKD langsung menutup sidang dan menganggap kasus selesai tanpa ada putusan resmi yang dikeluarkan lembaga etik DPR ini.

Kasus "Papa Minta Saham" ini juga masuk dalam ranah penyelidikan Kejaksaan Agung dengan dugaan pidana pemufakatan jahat. Novanto juga sudah sempat diperiksa oleh Kejagung.

Akan tetapi, kasus itu kini mandek setelah Kejagung tidak berhasil mendapatkan keterangan dari Riza Chalid yang tidak diketahui keberadaannya itu.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini