News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sebanyak 288 Titik Api Muncul Meski Curah Hujan Tinggi, BNPB: Sebagian Sengaja Dibakar

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Padamkan Kebakaran Lahan - Petugas pemadam kebakaran Kota Pekanbaru berusaha memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di Jalan Parit Indah, Minggu (13/3/2016). Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Provinsi Riau saat ini telah memasuki periode pertama kemarau hingga bulan April nanti. Kondisi cuaca yang kering ini akan menimbulkan potensi munculnya titik api dari kebakaran lahan dan hutan. Tribun Pekanbaru/Melvinas Priananda

Laporan Wartawan TRIBUNnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Sejumlah titik api atau hotspot ditemukan di wilayah Sumatera dan Kalimantan meski curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia relatif tinggi akibat fenomena Lanina.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran persnya menyebutkan bahwa berdasarkan citra satelit, terpantau bahwa ada 288 titik api pada hari Minggu (3/7/2016) pukul 06.00 WIB.

"Sebagian besar hotspot tersebut disengaja atau dibakar," katanya.

Dari 288 titik api tersebut, 245 nya berada di di Sumatera, dengan sebaran 29 titik api di Aceh, 112 di Sumatera Utara, 47 di Sumatera Barat, 26 di Riau, 15 di Bengkulu, 10 di Jambi, 2 di Lampung, dan 4 di Sumatera Selatan dan 14 di Riau.

BNPB mengerahkan 2 helikopter water bombing jenis MI-8 dan MI-171, serta 2 pesawat Air Tractor water bombing. Setiap hari heli dan pesawat tersebut memadamkan api dari udara. Sementara itu satgas darat dari TNI, Polri, Manggala Agni, Damkar, BPBD, dan berbagai elemen masyarakat, memadamkan dari darat.

Upaya pemadaman itu membuahkan hasil Lahan terbakar yang sudah berhasil dipadamkan petugas Sabtu kemarin (2/7) antara lain di Desa Karya Indah, Tapung Kabupaten Kampar, dengan luas lahan 25 hektar.

Selain itu pemadaman juga sukses dilakukan di di Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru, dengan luas lahan 10 hektar, dan 2 hektar di kecamatann Payung Sekaki, kota Pekanbaru.

"Kondisi kering, sulit air dan lokasi yang sulit diakses menyebabkan kesulitan memadamkan api," katanya.

"Cuaca ke depan pada Juli, Agustus dan September akan lebih kering sehingga potensi mudah terbakar akan meningkat," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini