News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Vaksin Palsu

'Jangan Hujat Saudara Saya'

Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas puskesmas memberikan vaksin kepada bayi di Puskesmas Kecamatan Ciracas, Jakarta, Senin (18/7/2016). Pemberian vaksin ulang ini digelar untuk anak-anak yang sebelumnya pernah diberikan vaksin palsu, dan vaksin uni akan diberikan secara bertahap. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Menteri Kesehatan Nila Dwujita Anfasa Moeloek, sebelumnya, mengumumkan 14 rumah sakit yang menjadi pengguna vaksin palsu. Dari jumlah itu, kebanyakan di Bekasi. Selain itu, dibeberkan pula delapan klinik dan bidan juga pemakai vaksin tidak asli.

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Dr Ilham Oetomo Marsis SpOG menilai, ada grand design kasus ini dalam menyudutkan dokter-dokter dan rumah sakit. "Saya melihat ini grand design untuk memojokkan kedokteran Indonesia," ujar Ilham dalam jumpa pers di kantor IDI, Jl Samratulangi 29, Menteng, Jakarta Pusat kemarin.

Ilham didampingi oleh Ketua Umum Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Sri Rachmani, Ketua Umum Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Sussi Setiawaty dan Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bhakti Pulungan.

Saat ditanya maksud grand design tersebut, Ilham mengatakan, harus dicari aktor intelektual kasus ini. Jangan hanya dokter dan bidan yang ditangkap.

"Kami juga bertanya-tanya sebaiknya kita bersama-sama yang mencari. Kita harus mencari kepercayaan kepada masyarakat. Sisi kedokteran di Indonesia. Mari kita bersama-sama mencari aktornya. Ada benang tipis hal ini dengan masalah kesehatan ke depan. Jangan hanya yang ditangkap dokter-dokter, bidan-bidan saja, harus dicari siapa aktornya," jelas Ilham. (tribunnews/theresia felisiani/amriyono/nicolas manafe/kompas.com)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini