News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Golkar Blunder Pinang Jokowi Sebagai Capres

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, dukungan yang akan diberikan partai kepada Joko Widodo untuk kembali mencalonkan diri pada Pemilihan Presiden 2019, sudah melalui proses dan kajian yang mendalam.

Dukungan itu akan dideklarasikan pada Rapimnas Golkar, Rabu (17/7/2016), yang akan dihadiri Presiden Joko Widodo.

Terkait hal itu, Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi menilai Golkar blunder meminang Jokowi yang bukan kadernya sendiri.

Mantan Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Surakarta yang kini menjabat Presiden Indonesia itu masih tercatat sebagai kader PDI-Perjuangan.

"Joko Widodo, yang konon akan dicapreskan Golkar dalam pilpres 2019 adalah kader PDIP yang sedang menjabat Presiden RI," ujar Mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid ini kepada Tribunnews.com, Selasa (26/7/2016).

Jadi kalau Jokowi dicapreskan Golkar akan menjadi keanehan politik.

Apalagi mengingat Golkar sebagai parpol besar yang mempunyai kader mumpuni malah meminang Capres di luar partai.

Jauh lebih baik saran dia, Golkar mulai membuka wacana konvensi Capres seraya penjajagan kekuatan politik.

"Dalam konvensi itu memang bisa juga menjaring tokoh di luar Golkar, tapi secara formal dan elegan," katanya.

Yang paling penting, tegasnya pemerintahan Jokowi belum selesai, dan rakyat Indonesia belum melihat hasil-hasil positifnya.

"Kalau di penghujung kekuasaannya Jokowi dianggap gagal, bagaimana? Mau dianulir pencapresannya? Ini akan kian membuat Golkar blunder," ujarnya.

Idrus Marham menjelaskan, dukungan terhadap Jokowi diawali dari rekomendasi Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar pada Mei 2016 lalu, yang salah satunya memutuskan bahwa Ketua Umum Golkar Setya Novanto melakukan komunikasi politik dengan Jokowi sebagai persiapan Pemilu 2019.

Setelah komunikasi politik dengan Jokowi dilakukan, Setya Novanto kembali melaporkan hasilnya ke DPP.

DPP Golkar secara bulat memutuskan bahwa Jokowi adalah calon terbaik.

"Kami proyeksikan salah satu yang penting adalah menetapkan Golkar mendukung Jokowi sebagai capres 2019," kata Idrus.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini