"Mereka bisa dikatakan 90 persen siap menjadi penganten dengan doktrin- doktrin bahwa kematian itu merupakan perjuangan dan ibadah," katanya.
Dalam pola perekrutan, para teroris biasanya menyasar anak muda yang kehidupannya tidak stabil.
Mereka menyasar anak muda yang memiliki permasalahan kehidupan.
"Dalam perekrutan itu mereka biasanya merekrut pemuda-pemuda yang hidupnya tidak stabil, seperti yang kondisi ekonomi lemah, memiliki permasalahan keluarga, dan seterusnya," kata Djoko.
Baca tanpa iklan