News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

WNI Disandera Abu Sayyaf

Tiga WNI yang Bebas dari Cengkraman Abu Sayyaf Belum Bisa Beretemu Keluarga

Penulis: Valdy Arief
Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kivlan Zen (kiri) selaku tim negosiator dari Indonesia berjabat tangan dengan pimpinan Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF), Nur Misuari usai pembebasan tiga ABK Indonesia yang disandera kelompok pemberontak Abu Sayyaf sejak 9 Juli 2016 lalu, di Indanan, Sulu, selatan Filipina, Minggu (18/9/2016) pagi.

Laporan wartawan Tribunnews.com, Valdy Arief

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keluarga harus bersabar menunggu tiga WNI yang kini sudah bebas dari cengkraman kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina.

Kementerian Luar Negeri mengisyaratkan tiga WNI tersebut belum dapat kembali ke tanah air dalam waktu dekat.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Iqbal menyebutkan anak buah kapal Tugboat (TB) Charles tersebut tidak dapat pulang, Senin (3/10/2016).

"Tidak ada," kata Lalu Iqbal saat ditanyai soal kepulangan sandera, Senin (3/10/2016).

Namun, Lalu Iqbal tidak menjelaskan sebab tiga WNI tersebut tidak bisa langsung bertemu keluarga.

Sementara mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategi Angkatan Darat (Kas Kostrad) Mayjen (Purn) Kivlan Zen mengatakan pihaknya sedang berupaya agar seluruh WNI bisa pulang dalam selamat.

Kivlan sudah masih berada di Filipina sejak beberapa pekan lalu, saat dihubungi menyatakan pihaknya masih dalam proses negosiasi.

"Ini ada dua lagi yang sedang diupayakan pembebasannya," kata Kivlan.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebutkan tiga orang sandera dari TB Charles sudah bebas dari tawanan kelompok Abu Sayyaf.

Mereka adalah Ferry Arifin, M Mahbur Dahlan, dan Edi Suryono.

Ketiga ditangkap kelompok Abu Sayyaf sejak Juni 2016, ketika kapalnya melintas perairan selatan Filipina.

Saat ini tinggal Muhammad Natsir dan Robin Peter yang masih dalam tawanan kelompok bersenjata tersebut.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini