News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilgub DKI Jakarta

Megawati Soekarnoputri Mengaku Sedih Isu SARA di Pilkada DKI

Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur dan Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat bersama Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri di Bandara Halim, Jakarta, Senin (10/10/2016).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Megawati Soekarnoputri mengaku sedih saat ini isu suku, ras, agama dan antargolongan (SARA) mulai mewarnai pemilihan kepala daerah di DKI Jakarta.

"DKI mulai ada gejala, salah satu isu yang terus menerus ditampilkan adalah SARA," kata Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (10/10/2016).

Padahal, kata Megawati, dasar bernegara kita adalah empat pilar.

Pancasila mengajarkan untuk bertoleransi antara suku, agama dan ras.

Ia berharap media massa tidak ikut memprovokasi isu SARA ini.

"Kalau media ikut melakukan demikian, maka kemunduran bagi demokrasi Indonesia," kata dia.

Megawati mengenang saat media berjuang di era orde baru menuju reformasi.

Jika media menyuarakan isu berbau SARA, maka sama saja dengan kemunduran.

Presiden kelima RI itu mengaku tak masalah apabila media memihak pada salah satu pasangan calon seperti pilpres 2014 lalu, selama tidak menyampaikan isu SARA.

"Jangan sampai ada Tabloid Obor yang isu SARA itu berjangkit dengan tidak sehat. Jokowi dikatakan Chinese, agamanya ada yang bilang Nasrani," ucap dia.

Ia menilai, harusnya pilkada DKI diisi oleh pertarungan program, bukan isu SARA.(Ihsanuddin)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini