News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penangkapan Terduga Teroris

Aksi Teror Bom Digagalkan, MUI Puji Kesiagaan Polri

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KH. Cholil Nafis, Lc., Ph D, Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat dan Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail PB NU.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan penemuan bom dengan daya ledak tinggi di Bintara Jaya, Bekasi, patut diapresiasi karena aparat telah menunjukkan kesigapan luar biasa setiap waktu.

Apalagi bisa mengungkap dan menggagalkan aksi bom seberat 3 kilogram saat ditemukan di lokasi penggerebekan yang berdaya ledak tinggi dengan radius efek sekitar 300 meter.

"Saya mengucapkan terimakasih kepada Densus 88 AT yang bekerja mengantisipasi terjadinya teror. Dan kami memberikan penghargaan karena bisa mengantisipasi," ujar Ketua Komisi Dakwah MUI KH Cholil Nafis kepada Tribunnews.com, Minggu (11/12/2016).

Apalagi penemuan bom ini tidak lepas dari informasi masyarakat.

Untuk itu pula KH Cholil memandang perlu lebih lagi masyarakat aware atas segala potensi yang dapat membahayakan dan mengancam kehidupan mereka di sekitar lingkungan mereka berada.

"Kejadian ini menjadi pelajaran berarti bagi kita bahwa kita harus lebih berhati-hati kepada lingkungan kita," ujar KH Cholil.

Untuk itu pula KH Cholil mendorong Pemerintah dan tokoh agama melakukan aksi mengembalikan ajaran islam yang benar yang diplintir oleh terorisme tersebut.

Selain itu MUI juga mengajak umat muslim juga turun tangan memberikan kontra terorisme jika terjadi hal yang aneh-aneh tindakan teroris dan menyebarnya paham radikalisme di lingkungannya.

"Segera antisipasi dengan kontra terorism, memberikan dalil-dalil pemahaman keagamaan sesuai ajaran Rasul SAW," pesannya.

Apalagi KH Cholil melihat aksi terorisme kini menjadikan perempuan yakni DYN akan melakukan aksi amaliyah dengan menjadi 'pengantin' bom bunuh diri di Istana Negara saat pergantian jaga petugas Pasmpares dalam waktu dekat.

Ketua Komisi Dakwah MUI KH Cholil Nafis menegaskan menjadikan perempuan menjadi "pengantin" aksi teror sangat bertentangan dengan ajaran islam.

"Ini perkembangan baru yang sangat bertentangan dengan islam," tegas KH Cholil.

Tindakan melakukan bom bunuh diri untuk membunuh sesama saja, KH Cholil tegaskan, islam tidak pernah ajarkan demikian.

Apalagi menjadikan perempuan sebagai "pengantin" terorisme, imbuhnya, sangat bertentangan dengan islam.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini