News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Hakim MK Ditangkap KPK

Faisal Basri Merinding Dengar Informasi Patrialis Akbar Ditangkap KPK

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Hakim Konstitusi Patrialis Akbar memimpin sidang di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Selasa (2/9/2014). Sidang tersebut akan menguji UU No.2 Tahun 2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, pasal 141 hingga 156 mengenai rekapitulasi berjenjang. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat ekonomi dan politik Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri mengaku sedih sekaligus kaget mendengar koleganya di Partai Amanat Nasional (PAN) Patrialis Akbar ditangkap KPK.

Kesedihan Faisal sampai bulu kuduknya merinding.

Ditemui di komplek DPR/MPR, wajah Faisal pun melongo mengetahui hal tersebut.

Baca: Sejumlah Mobil Patrialis Akbar Parkir di Basemen Rumah

Pengamat yang sering memberitahukan banyak fakta dan data perekonomian dan peta perpolitikan itu tidak bisa banyak bicara menanggapi penangkapan Patrialis Akbar.

"Nggak bisa ngomong bagaimana, merinding saya," ujar mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas itu saat berbincang kepada Tribunnews.com, Kamis (26/1/2017).

Sembari berjalan pelan, Faisal memikirkan nasib kawannya yang sekarang diproses oleh KPK.

Mata Faisal pun menjadi sering melihat ke atas membayangkan Patrialis Akbar melakukan sebuah tindak kejahatan.

Faisal yang mengenakan kemeja biru muda awalnya tidak percaya dengan pemberitaan OTT (operasi tangkap tangan) Patrialis Akbar.

Bahkan Faisal mengerenyitkan matanya jika membayangkan kesalahan yang dibuat oleh mantan Wakil Sekjen PAN tersebut.

"Sedih saja, nyesek saya nggak bisa ngomong," ungkap Faisal yang matanya terlihat bengong menatap langit-langit.

Faisal pun menceritakan hubungannya dengan Patrialis Akbar cukup dekat waktu masih terjun langsung di duia politik.

Sembari membetulkan kaca matanya, Faisal pun tidak bisa memberikan komentar tajam seperti biasanya terkait kasus korupsi.

"Kawan saya, waktu dia Wakil Sekjen, saya jadi Sekjennya," papar Faisal.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini