News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kasus Ahok

ACTA Pertanyakan Sikap Jokowi Satu Mobil dengan Terdakwa Penista Agama

Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meninjau perkembangan proyek pembangunan simpang susun Semanggi, Jakarta, Kamis (23/2/2017). Pembangunan proyek yang diharapkan akan mengurai kemacetan lalu lintas di kawasan Semanggi tersebut ditargetkan selesai pada Agustus 2017.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Agustiar, mengatakan Presiden Joko Widodo memang berhak untuk mengajak siapapun satu mobil dengannya termasuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Namun demikian harus diingat bahwa Ahok, selain posisinya sebagai Gubernur DKI Jakarta, juga merupakan terdakwa kasus penistaan agama.

Baca: Singgung Ahok, Fahri Hamzah: Terdakwa kok Bicara Sama Presiden, Masuk Mobil Presiden

Baca: Semobil dengan Ahok, Fadli Zon Bertanya Apakah Artinya Jokowi Melindungi Terdakwa?

Agustiar mengatakan sedikit banyaknya keputusan Presiden mengajak Ahok bisa mempengaruhi perasaan orang-orang yang merasa dirugikan dengan penistaan agama yang diduga dilakukan Ahok.

"Di sini banyak dari masyarakat merasa sensitifitasnya tersentuh, bagaimana seorang terdakwa sekarang sedang menjalankan persidagan kok bisa berjalan, beriringan satu mobil dengan pak presiden," ujar Agustiar kepada wartawan di sebuah restoran cepat saji di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/2/2017).

Ia berharap kedepannya Presiden Joko Widodo juga harus memikirkan bagaimana masyarakat yang tersakiti atas pernyataan Ahok yang akhirnya menyeretnya sebagai terdakwa kasus penistaan agama itu.

Ia khawatir masyarakat akan meragukan obyektifitas proses hukum terhadap Ahok.

"Mengapa seorang terdakwa bisa seperti ini, akhirnya menimbulkan apa nanti, secara psikologis di masyarakat, ini persidangannya nanti bagaimana," ujarnya.

"Semoga pak presiden bisa lebih arif lagi dalam menjalankan tugas sehari-harinya. Semoga pak presiden bisa menjadikan hukum di negara ini sebagai panglima," dia menambahkan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini