News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ipda Zasmi Dias Dikenal Periang dan Disiplin Sebelum Tewas Diduga Bunuh Diri

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi jasad

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Propam Polda Sulteng dan Provos Brimob turun langsung menyelidiki penyebab tewasnya anggota Satgas Tinombala, Ipda Zasmi Dias, di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sulteng Labuan Panimba Senin sore, karena bunuh diri, dibunuh atau karena kecelakaan.

Ipda Zasmi Dias merupakan Komandan Pleton 1 Kompi 2 Yon B Resimen 2 Brimob Polri.

Dia di-BKO menjadi anggota Satgas Operasi Tinombala sejak enam bulan lalu.

Dari catatan satuan dan keterangan rekan sesama resimen Polri, almarhum yang merupakan lulusan Akpol 2015 tersebut semasa hidup dikenal periang dan berperilaku dewasa. Dan selama menjalankan tugas, dia tidak pernah mengeluh.

Ia diketahui mempunyai disiplin tinggi dan tidak pernah lalai melaksanakan tugas.

"Tidak ada tanda-tanda almarhum ada masalah. Demikian pula selama melaksanakan Operasi Tinombala, almarhum juga melaksanakan secara bertangung jawab serta tidak pernah lalai," ujar Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hari Suprapto, melalui keterangan tertulis, Selasa (4/4/2017).

Hari menceritakan kronologi kejadian tersebut.

Ipda Zasmi Dias masuk dalam rombongan personil Brimob Polri (resimen Polri dan Brimob Sulsel) yang dirotasi oleh pasukan lainnya setelah melaksanakan Operasi Tinombala pemburuan kelompok Santoso di Poso selama enam bulan.

Ipda Zasmi Dias bersama rombongan personel melakukan persiapan di SPN Polda Sulteng saat menunggu pemberangkatan pesawat.

Pukul 16.15, saat sebagian pasukan berada di masjid karena memasuki waktu Salat Ashar, tiba-tiba terdengar bunyi letusan senjata api dari arah kamar mandi masjid.

Teman-temannya yang terkejut mendatangi sumber suara.

Di kamar mandi masjid tersebut, teman-temannya menemukan tubuh Ipda Zasmi Dias sudah ambruk dengan luka tembakan di bawah dagu tembus ke kepala.

Teman-temannya berusaha menolong dengan melarikannya ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulteng. Namun, dalam perjalanan ia meninggal dunia.

Jenazah diterbangkan dengan penerbangan reguler dari Bandara Mutiara Sis Lajufri, Palu, pada Senin malam.

Jenazah telah berada di rumah duka, Jalan Ice Skaiting nomor 6, Arcamanik Endah, Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, untuk selanjutnya dimakamkan.

Penyebab dan motif tewasnya anggota Ipda Zasmi Dias masih dalam penyelidikan Propam Polda Sulteng dan Provos Brimob.

Petugas memerikas telepon genggam korban untuk mengetahui catatan komunikasi dan membawa senjata api glock ke laboratorium forensik.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini