"Biasanya kalau Fahri minta botol mau kencing, itu pasti ada apa-apa sama Fahri," tuturnya.
Sri memiliki kesabaran yang cukup besar untuk merawat anaknya seorang diri setelah suaminya menceraikan perempuan itu saat usia Fahri masih berusia 4 tahun.
Setiap hari, Sri menjajakan tisu di lokasi-lokasi wisata di Kota Bandung.
Dalam satu hari, Sri bisa menghasilkan Rp 200.000.
Setengah penghasilannya untuk biaya pengobatan, terapi dan perawatan Fahri, sementara setengahnya untuk makan sehari-hari.
Sri hanya bisa pasrah dan terus berupaya merawat anaknya.
"Dengan kondisi seperti ini, saya cuma berharap anak saya bisa diterima masyarakat dan disamakan dengan anak-anak lainnya," harap Sri.
Penulis: Kontributor Bandung, Putra Prima Perdana
Baca tanpa iklan