Fadli menambahkan nota kesepahaman tersebut bukan memulihkan, namun justru makin memperparah kondisi perekonomian di Indonesia.
Nilai Rupiah semakin anjlok diiringi pasar keuangan dan pasar modal rontok.
"Dampaknya, tingkat kemiskin mencapai sekitar 50 persen dari total penduduk. IMF juga menyarankan kenaikan BBM pada 4 Mei 1998, yang tentu saja direspon dengan demonstrasi besar di beberapa kota," kata Fadli.
Baca tanpa iklan