“Di pertemuan tersebut kami menghimbau kepada generasi muda Indonesia khususnya mahasiswa dan mahasiswi mewaspadai gejala-gejala radikalisasi, dampak negatif dari media sosial terutama dalam meningkatnya radikalisasi online. Di pertemuan tersebut kami juga berikan contoh-contoh konkrit kasus-kasus terakhir dan perkembangan penanganan terorisme di Indonesia,” urai mantan Kapolres Metro Depok dan Kapolres Metro Jakarta Barat ini mengakhiri.
Dalam kunjungannya ke Turki, Delegasi BNPT sebanyak 15 orang yang dipimpin Kepala BNPT ini terdiri dari para anggota yakni Mayjen TNI R. Gautama Wiranegara, SE (Sekretaris Utama BNPT), Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir (Deputi I BNPT bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi), Irjen Pol. Drs. Arief Dharmawan, SH, MH, MM (Deputi II BNPT bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan), Irjen Pol. Agung Budi Maryoto (Kapolda Sumatera Selatan), Brigjen Pol. Drs. Budiono Sandi, SH, Mhum (Direktur Kerjasama Bilateral BNPT), Brigjen TNI (Mar) Yuniar Ludfi (Direktur Perangkat Hukum Internasional BNPT), Prof. Irfan Idris, MA (Direktur Deradikalisasi BNPT), Brigjen Pol. Marthinus Hukom (Direktur Penegakan Hukum BNPT), Dr. Amrizal (Inspektur BNPT), Wandi Adriano Syamsu, BA (Kasubdit Kerjasama Amerika dan Eropa BNPT), Isheri, S.Sos, MT, Kasubdit Penangkalan BNPT), Kombes Pol. Sentot Prasetyo (Direktur Penyidikan Detasemen Khusus 88/Anti Teror Polri, AKBP Ade Ary Syam Indradi (Kapolres Cimahi) dan AKBP Beni Kusworo (Satgas Penanggulangan Foreign Terrorist Fighters/FTF).
Baca tanpa iklan