TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Rumah penyidik senior KPK, Novel Baswedan yang berada di jalan Deposito, Perumahan Gading Indah, Kelapa Gading, Jakarta Utara terlihat sepi tanpa aktivitas pada Selasa (15/8) siang.
Seorang penjaga yang berada di depan rumah Novel mengatakan hanya ada pembantu rumah tangga di dalam rumah.
Baca: Petrus: Siapa yang Ingin Dibela Yusril dalam Polemik Perppu Ormas? HTI atau Kepentingan Bangsa?
Jelasnya, keluarga Novel, termasuk sang istri, Rina Emilda sudah berangkat ke Singapura guna menemani Novel operasi mata yang akan dilakukan pada 17 Agustus mendatang. Tidak juga ada pesan yang disampaikan kepada anggota KPK yang berada di depan rumah selama kepergian ke Singapura.
“Tidak ada orang, mas. Sudah di Singapura semua,” ucapnya memberitahu.
Berbeda dengan anggota KPK yang berjaga di depan rumah, Novel justru memberikan pesan kepada Pengurus Masjid Al Ihsan melalui grup whatsapp. Ketua Pengurus Masjid Al Ihsan, Priyono yang ditemui di kantor masjid, mengungkapkan penyidik senior KPK itu memberikan pesan kepada dirinya dan semua orang yang ada di grup “Ukhuwah Al Ihsan” itu.
“Ini dia langsung menulis pesan ke kami di grup,” ucapnya seraya menunjukkan pesan yang ditulis langsung oleh Novel.
“Assalamualaikum, saudara-saudara sekalian. Insya Allah saya akan menjalani operasi mata pada 17 agustus besok. Dokter mengatakan itu tahap pertama. Kemungkinan tahap kedua akan dijalankan pada Oktober. Saya minta doanya dari saudara-saudara untuk kesembuhan dan kelancarannya. Amiin, terimakasih,” isi pesan Novel beberapa hari lalu kemudian disambut iringan doa dari anggota grup lainnya.
Priyono menyampaikan, selama ini setiap usai salat subuh di masjid, dirinya selalu meminta kepada jamaah untuk mendoakan kesehatan Novel selama masih terbaring di rumah sakit guna melakukan penyembuhan.
Tidak ada acara khusus guna mendoakan kesembuhan tetangganya itu.
Begitu juga saat 17 Agustus mendatang, tidak ada persiapan secara khusus yang dilakukan pengurus dan keluarga guna mendoakan kelancaran saat Novel melakukan operasi mata kirinya.
“Tidak ada acara apa-apa. Biasa saja, paling hanya meminta jamaah untuk berdoa masing-masing untuk Pak Novel,” ucapnya seraya membereskan surat-surat yang menumpuk di atas meja.
Minta Dipesankan Sapi Kurban
Selain meminta doa untuk kelancaran operasi mata kirinya, Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan meminta kepada pengurus masjid Al Ihsan guna membelikan sapi untuk kurban.
Hal itu disampaikan oleh Novel ke saudaranya yang tinggal tidak jauh dari kediaman Novel.
“Adiknya Pak Novel kan tinggalnya di sini juga, terus bilang ke saya supaya dibelikan Sapi Kurban,” ucap Priyono.
Novel dikenal rajin menyisihkan tabungannya untuk membeli hewan kurban. Bukan hanya pada tahun ini, kata Priyono, pada Idul Adha sebelumnya, Novel juga membeli satu ekor sapi dan memilih sendiri hewan kurban yang diinginkan tidak jauh dari masjid Al Ihsan.
Tutur Priyono, Novel juga suka sekali membereskan bungkusan daging usai penyembelihan hewan kurban dan membawa sendiri bungkusan-bungkusan itu ke orang-orang yang tidak mampu di sekitar komplek perumahannya.
“Suka dia. Dia tuh kadang boncengan naik motor bawa bungkusan daging ke orang-orang yang kurang mampu sekitar sini. Atau dia biasanya suka beresin bungkusan, nimbang daging juga biasanya Pak Novel yang kerjain,” jelasnya.
Tetapi, keadaan saat ini berbeda. Novel hanya bisa memesan Sapi Kurban kepada pengurus masjid, mengingat dirinya tidak dapat beribadah Idul Adha bersama dengan tetangganya karena harus menjalani operasi mata kirinya.
“Iya tidak apa-apa. Nanti kami akan tetap carikan, soalnya belum ada yang cocok harga sama sapinya. Kami akan tetap potong di belakang masjid ini,” kata dia.(rio)
Baca tanpa iklan